Di Tengah Pemakaman Khamenei, Menhan Israel Ancam Pemimpin Baru Iran: Nasibnya Akan Sama
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz melontarkan peringatan keras kepada kepemimpinan baru Iran di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya, Katz menyebut Khamenei tewas akibat operasi militer Israel dan menegaskan kalau siapa pun pemimpin Iran yang kembali berupaya menjalankan kebijakan untuk menghancurkan Israel akan menghadapi konsekuensi serupa.
Baca juga: Jutaan Pelayat Padati Teheran, AS Beri Iran Waktu Berkabung Satu Pekan: Ke Mana Mojtaba?
Katz mengatakan setiap pemimpin Iran yang berupaya mengembangkan kembali strategi untuk menyerang atau menghancurkan Israel akan mengalami "kegagalan dan frustrasi" sebagaimana para pendahulunya.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai pesan langsung kepada kepemimpinan baru Iran yang tengah memasuki masa transisi setelah wafatnya Ali Khamenei.
Selain mengeluarkan ancaman terhadap pemerintah Iran, Katz juga menyoroti slogan-slogan yang diteriakkan sebagian pelayat selama prosesi pemakaman.
Ia mengecam seruan yang menyerukan kematian Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Katz, slogan tersebut menunjukkan karakter rezim Iran yang, menurutnya, masih mempertahankan sikap konfrontatif terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Katz.
Dalam kesempatan yang sama, Katz menegaskan bahwa operasi militer Israel yang dilakukan bersama Amerika Serikat telah memberikan pukulan besar terhadap kemampuan strategis Iran.
Ia mengklaim operasi tersebut berhasil menghilangkan ancaman langsung terhadap Israel serta merusak kemampuan militer strategis Teheran.
Namun, pejabat Israel tidak menjelaskan secara rinci indikator keberhasilan yang dimaksud maupun memberikan bukti baru yang dapat diverifikasi secara independen.
Menutup pernyataannya, Katz menegaskan bahwa Israel tetap berada dalam kondisi siap tempur apabila menghadapi ancaman baru dari Iran.
Menurutnya, Israel siap bertindak baik bersama sekutu-sekutunya maupun secara mandiri apabila menilai keamanan nasionalnya kembali terancam.
Pernyataan Katz mencerminkan bahwa meskipun konflik bersenjata telah mereda, hubungan Israel dan Iran masih berada pada tingkat ketegangan yang tinggi.
Ancaman terbuka kepada kepemimpinan baru Iran berpotensi memperumit upaya diplomasi yang sedang berlangsung, termasuk pembahasan lanjutan mengenai isu nuklir dan keamanan kawasan.
Retorika semacam ini juga meningkatkan risiko salah kalkulasi di lapangan.
Di tengah proses transisi politik di Iran, pernyataan dari pejabat tinggi kedua negara berpotensi memengaruhi dinamika keamanan regional, khususnya di Timur Tengah yang masih dibayangi ketidakpastian pascakonflik.
(oln/khbrn/*)