BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Duduk pesoalan jalur Pendakian Gunung Hauk Balangan Kalsel sampai ditutup sementara.
Jalur pendakian Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan ditutup sementara.
Penutupan wisata alam yang belakangan ramai dikunjungi ini disebabkan adanya evaluasi pengelolaan dan peningkatan pelayanan wisata terhadap kenyamanan pengunjung.
Disampaikan oleh Ketua Pokdarwis Karang Bintang, jalur pendakian ditutup sementara karena masih dilakukan evaluasi pengelolaan dan peningkatan pelayanan wisatawan. Khususnya terkait kebersihan lingkungan basecamp dan area puncak.
Baca juga: UMKM Kalsel- Masrufah Cekatan Menganyam, Sehari Pengrajin HSU Ini Produksi Tiga Lukah
Baca juga: Isi Desakan Nelayan Lokal Pasca Kapal Cantrang Marak Beroperasi di Perairan Kotabaru Kalsel
Selain itu ada pula rencana perbaikan fasilitas jembatan menuju Gunung Hauk.
Kendati ditutup sementara, Pokdarwis setempat kata Inai tetap mengizinkan pendaki yang datang berwisata untuk naik ke puncak, khususnya bagi mereka yang tidak tahu akan informasi penutupan sementara tersebut.
"Hari ini tadi ada yang datang tiga orang, karena mereka sudah datang dan tidak tahu informasi, jadi kami izinkan untuk naik," ungkap Inai, Senin (6/7/2026).
Namun lanjutnya, diharapkan para wisatawan yang ingin datang ke Gunung Hauk untuk menunda keberangkatan mereka sebelum kembali dibukanya jalur pendakian.
Dalam waktu dekat kata Inai, rapat internal akan dilakukan, dengan harapan para Kamis mendatang jalur pendakian ke Gunung Hauk bisa kembali dibuka mengingat banyaknya pendaki yang datang ke tempat tersebut.
Sebagaimana diketahui, belakangan Puncak Gunung Hauk menjadi salah satu sasaran pendakian bagi pecinta alam.
Gunung dengan ketinggian 1325 mdpl ini memberikan daya tarik dan tantangan tersendiri bagi para pendaki.
Mereka yang datang ke puncak tertinggi di Balangan tersebut ada yang menginap dan ada pula yang tektok atau naik dan turun dalam sehari.
Saat datang ke Desa Ajung dan mendaki ke Gunung Hauk, wisatawan akan ditawarkan keindahan alam pemandian Batu Ajung. Kemudian di jalur pendakian ada beberapa daya tarik lainnya, mulai dri melewati hutan Kayu Abang, batu kingkong dan jalur pendakian bebatuan.
Pemdes Ajung Lakukan Koordinasi
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karang Bintang, Desa Ajung, Kabupaten Balangan mengumumkan penutupan jalur pendakian Gunung Hauk, Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.
Penguman tersebut diinformasikan melalui media sosial resmi Pokdarwis Karang Bintang pada akun Instagram @pokdarwis_karangbintang.
Informasi penutupan jalur pendakian Gunung Hauk ini dibenarkan oleh Kepala Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Suwandi.
"Tadi malam kami dapat kabar dari Pokdarwis bahwa jalur pendakian akan ditutup sementara dan saat ini Pemdes juga masih melakukan koordinasi dengan pengelola," ujar Suwandi saat dihubungi Bpost Online, Senin (6/7/2026).
Rencananya kata Suwandi, pada Rabu (8/7/2026) nanti akan dilaksanakan rapat yang melibatkan Pemdes, Pokdarwis dan kepala desa setempat yang desa mereka juga bisa menjadi akses ke Gunung Hauk.
Akan dilibatkan pula Disporapar Kabupaten Balangan dalam rapat tersebut.
Rapat ini akan membahas terkait penutupan sementara dan rencana kembali dibukanya jalur pendakian dengan kesiapan yang lebih matang.
Kendati pengumuman penutupan sementara telah dikeluarkan oleh Pokdarwis setempat, Kades Ajung sebagai pengampu wilayah di desa berharap agar wisata tersebut tidak ditutup, mengingat banyaknya wisatawan yang datang dan mengenalkan Desa Ajung ke khalayak ramai.
Pecinta Alam Terkejut
Pengumuman penutupan sementara jalur pendakian Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan mengejutkan para pecinta alam, khususnya mereka yang sering datang ke Gunung Hauk.
Salah satu pendaki asal Balangan yang sudah beberapa kali ke Gunung Hauk, Aril Husin cukup terkejut atas kabar tersebut. Ia mengetahui ditutupnya jalur pendakian melalui akun Instagram resmi Pokdarwis Karang Bintang yang merupakan pengelola dari objek wisata ini.
"Saya cukup terkejut, karena terakhir ke Gunung Hauk pada Februari kemarin dan menurut saya cukup banyak perkembangan wisata itu, mulai dari ada warung pada pos 3 dan 4, ada toilet, hingga registrasi dan parkir yang sudah tertata," kata Aril saat dihubungi, Minggu (6/7/2026).
Menurutnya, penutupan ini beda dari biasanya. Dulu Gunung Hauk pernah tutup saat lockdown Covid-19 dan saat ada perayaan adat. Alasannya jelas dan bisa dimengerti. Kali ini ungkap Aril, Pokdarwis menyebut tujuannya untuk evaluasi pengelolaan kawasan wisata.
“Saya sebagai pendaki ya berpikir positif aja. Semoga ini memang buat pembenahan fasilitas, agar jalur makin aman dan nyaman nantinya. Toh kalau pengelolaannya bagus, kita juga yang enak,” bebernya.
Kendati demikian, Aril merasakan was-was karena belakangan ada penutupan beberapa pendakian di Kalimantan Selatan, mulai dari Gunung Karungkangan di Loksado, Gunung Pindihan, sampai puncak tertinggi Kalsel, Gunung Halau-Halau yang statusnya tutup permanen.
Ia khawatir penutupan itu berubah menjadi penutupan permanen yang tentunya sangat disayangkan oleh banyak pihak. Terlebih sepengetahuan Aril, saat ini Gunung Hauk merupakan salah satu gunung paling ramai kunjungan pendaki dari luar daerah setelah Gunung Halau-Halau ditutup.
Di sisi lain, bagi Aril, Gunung Hauk juga memiliki daya tarik yang menawan dengan segala jalur yang dilewati. Suasana favoritnya ialah saat menikmati matahari terbenam, dimana langit senja yang terlihat dari puncak berubah keemasan seolah membawa seluruh penatnya hilang.
Meski kecewa, Aril memilih legawa. Ia berharap penutupan ini benar-benar untuk kebaikan jangka panjang yang memberi ruang bernafas untuk flora dan fauna di lintas Gunung Hauk.
Ia juga berharap ada kabar baik terkait kembali dibukanya Gunung Hauk dalam waktu dekat, sehingga para penikmat alam bisa kembali merasakan keindahan puncak tertinggi di Balangan tersebut.
Penutupan Gunung Hauk ini juga disayangkan oleh Nasrullah, pelari dari Balangan yang rutin menggunakan jalur pendakian Gunung Hauk untuk trail run.
Apabila penutupan sementara ini berlangsung lama, ia terpaksa harus memilih jalur lain untuk aktifitas trail run, entah lewat Desa Dayak Pitap atau Kambiyain untuk start ke Gunung Hauk.
Namun apabila ditutup pula, menurutnya tidak ada jalur trail run yang lebih refresentatif untuk melatih fisik di Balangan, terkecuali ke Kabupaten Banjar dan harus mengeluarkan banyak biaya.
Nasrullah juga berharap jalur pendakian Gunung Hauk segera dibuka agar kembali bisa dinikmati oleh para pecinta alam atau wisatawan yang ingin liburan, terlebih saat ini masih dalam masa liburan sekolah yang memungkinkan banyak pengunjung datang kesana.
DisporaparTunggu Hasil Rapat
Kabar penutupan sementara jalur pendakian Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan resmi dikonfirmasi.
Penutupan salah satu ikon wisata alam di Kabupaten Balangan ini dilakukan oleh Pokdarwis setempat untuk keperluan evaluasi pengelolaan wisata dan peningkatan pelayanan kepada wisatatan, Senin (6/7/2026).
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disporapar Kabupaten Balangan, Sigit Kondang Wibowo juga telah mengkonfirmasi pengelola wisata Gunung Hauk terkait kabar tersebut.
"Kami konfirmasi kepada pihak Pokdarwis setempat, memang sedang ada masalah internal untuk pengelolaan wisata Gunung Hauknya. Rencananya akan dilakukan rapat dan para Rabu nanti akan diumumkan kapan dibuka kembali," kata Sigit.
Sigit menyatakan bahwa penutupan jalur pendakian Gunung Hauk ini bersifat sementara, pihaknya memastikan wisata tersebut tidak akan ditutup secara permanen.
Disporapar Kabupaten Balangan ungkap Sigit juga telah meminta kepada Pokdarwis agar wisata alam tersebut jangan sampai tutup, mengingat kini Gunung Hauk telah menjadi maskot dari Desa Ajung.
Pihaknya kata Sigit juga sangat menyayangkan apabila ada penutupan untuk wisata ini. Terlebih tahun 2026 ini akan ada bantuan dari Disporapar Kabupaten Balangan untuk pengembangan infrastruktur disana.
Disporapar Kabupaten Balangan ungkapnya, pada tahun ini akan membangun toilet di pos tiga yang diharapkan memudahkan serta membuat para pendaki lebih nyaman.
Lantas dengan kabar ditutup sementara wisata Gunung Hauk tentu sangat disayangkan, mengingat pihaknya terus berupaya membantu pengembangan wisata tersebut.
Sigit pun berharap setelah proses evaluasi dan rapat internal Pokdarwis di Desa Ajung, maka jalur pendakian bisa segera dibuka dan penambahan fasilitas pun bisa dilakukan.
(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)