UMKM Kalsel- Masrufah Cekatan Menganyam,  Sehari Pengrajin HSU Ini Produksi Tiga Lukah
Hari Widodo July 06, 2026 11:52 PM

BANJARAMSINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Membuat lukah, termasuk pekerjaan yang rumit dan perlu ketelitian. Namun, dengan keterampilan yang digelutinya puluhan tahun, dalam satu hari Masrufah pengrajin di desa Tabalong Mati, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selata, bisa membuat hingga tiga lukah.

Membuat lukah selain ada proses menganyam tali, untuk menyatukan antar bilah bambu, juga ada proses pembuatan handut yaitu bagian lubang atau corong anyaman bambu berbentuk kerucut yang berfungsi sebagai pintu masuk ikan. 

Pembuatan handut inilah yang biasanya ukurannya disesuaikan dengan jenis ikan apa yang ingin ditangkap. 

Baca juga: UMKM Kalsel- Puluhan Tahun Jadi Pengrajin Lukah, Warga HSU Ini Tetap Produktif Diusia Senja

Baca juga: UMKM Kalsel: Pengrajin di HSU Ini Bikin Beberapa Ukuran Lukah, Ini Untuk Papuyu

“Handut ini jalan masuk ikan ke perangkap dan ikan kesulitan untuk keluar lagi, terperangkap dan saat diangkat ikan menjadi hasil tangkapan lukah,” ujarnya. 

Jari Masrufah sangat cekatan seperti sudah hafal ukuran dan pola anyaman dalam pembuatan handut ini. Itu berkat, ketekunannya selama puluhan tahun menekuni kerajinan ini. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.