Fantastis! Intip Biaya Servis Ringan Genset Bensin di Tengah Pemadaman Listrik Massal di Pontianak
Faiz Iqbal Maulid July 07, 2026 04:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fantastis! Permintaan servis genset bensin di Pontianak melonjak tajam di tengah pemadaman listrik bergilir yang melanda Kalimantan Barat.

Bengkel Sahabat Teknik di Jalan Tanjungpura mencatat peningkatan hingga 80 persen dibanding hari biasa, membuat servis genset kini jadi pekerjaan utama teknisi.

"Kalau momen sekarang memang meningkat. Perbaikan genset naik lebih dari 80 persen dibanding hari biasa," kata Teknisi Sahabat Teknik, Kalvin di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak, pada Senin, 6 Juli 2026.

Kalvin, teknisi Sahabat Teknik, mengungkapkan lonjakan permintaan paling banyak datang dari pelanggan rumah tangga di Pontianak dan Kubu Raya.

“Kalau biasanya lebih banyak maintenance toko atau perkantoran, sekarang justru genset rumahan yang paling banyak masuk untuk diperbaiki,” jelasnya.

Jenis genset bensin berkapasitas 3.000–7.000 watt menjadi yang paling sering diservis.

Sementara genset solar relatif lebih sedikit karena umumnya sudah memiliki jadwal perawatan rutin di sektor industri. 

• Kapan Listrik Kalbar Normal? DPRD Ungkap Penjelasan PLN Soal Gangguan di PLTU Bengkayang

Untuk biaya servis ringan, tarif berkisar Rp150.000–Rp200.000, belum termasuk penggantian suku cadang maupun oli.

Kalvin juga mengingatkan pemilik genset agar rutin melakukan perawatan, termasuk mengganti oli setiap tiga bulan sekali, agar mesin tetap prima dan siap digunakan saat pemadaman listrik bergilir kembali terjadi.

Pernyataan Lengkap PLN Kalbar soal Pemadaman Listrik Massal

Berikut pernyataan lengkap PT PLN yang diunggah di Instagram @pln.kalbar pada Sabtu 4 Juli 2026 malam WIB:

"PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

"Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat optimal secara menyeluruh. Untuk menjaga keandalan sistem agar tetap dalam kondisi yang baik, PLN melakukan pengaturan operasi melalui pembatasan aliran daya listrik sementara pada beberapa wilayah di Kalimantan Barat. PLN terus berupaya melakukan langkah-langkah terbaik demi keterandalan sistem penyediaan listrik, agar kembali dalam kondisi normal.

"PLN terus memastikan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan melakukan pengaturan pembangkit yang tersedia serta mengoptimalkan sistem listrik dengan pemeliharaan peralatan dan mesin setiap harinya agar tetap dalam kondisi yang baik. Apabila gangguan pembangkit telah selesai diperbaiki, maka PLN akan segera mengoperasikan kembali pembangkit tersebut. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan melakukan pemulihan daya secara bertahap sesuai kondisi sistem kelistrikan.

"PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pelanggan tetap rasionalitas dan pengertian, serta mendukung solusi bersama demi proses pemulihan berlangsung.

• Dampak Padam Listrik 6-7 Jam, Hotel di Sekadau Terpaksa Pakai Genset Buat Biaya Operasional Bengkak

Sampai Kapan Pemadaman Listrik Bergilir di Kalbar?

PT PLN (Persero) memastikan proses perbaikan sistem kelistrikan masih terus dilakukan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu sebelum pasokan listrik kembali normal.

Sejak 2 Juli 2026, sejumlah wilayah di Kalbar mengalami pemadaman bergilir akibat penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan gangguan tersebut disebabkan oleh kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Akibat gangguan tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.

Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.

Mukhlis menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.

Menurutnya, stok energi primer saat ini dalam kondisi aman.

Oleh karena itu, PLN mengestimasi waktu perbaikan mencapai seminggu.

"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," kata Mukhlis kepada TribunPontianak.co.id, melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu 4 Juli 2026.

• Pemadaman Listrik PLN Ganggu Layanan Rumah Sakit di Kayong Utara hingga Operasi Pasien Ditunda

DPRD Kalbar Ancam Panggil PLN

Komisi IV DPRD Kalbar membuka kemungkinan untuk memanggil pihak PLN dalam agenda rapat kerja resmi apabila persoalan pemadaman tersebut tidak kunjung membaik.

Anggota DPRD Kalbar Komisi IV, Ritaudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat di lapangan.

Apabila dalam proses pemantauan ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam pelayanan kelistrikan, pihak dewan mendesak PLN untuk segera melakukan langkah perbaikan mendasar.

"Kalau kondisinya tidak berubah, nanti kita panggil pihak PLN melalui rapat kerja Komisi IV untuk meminta penjelasan secara langsung," kata Ritaudin saat memberikan keterangan kepada media melalui sambungan telepon, Jumat, 3 Juli 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.