Kagetnya Pria Ini saat Tahu Nyeri Dada yang Dialami Ternyata Gejala Kanker
GH News July 07, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Gejala kanker sering kali muncul dalam bentuk yang tidak terduga dan kerap mengecoh pasien. Hal inilah yang dialami oleh Eric Dillon, seorang pria asal Houston, Texas, Amerika Serikat.

Selama bertahun-tahun, ia mengira rasa sakit di bahunya hanyalah cedera otot biasa, sebelum akhirnya mendapati diagnosis mengerikan yakni kanker darah.

Gejala yang Dikeluhkan

Dillon menceritakan gejala awal yang ia rasakan adalah nyeri di bagian bahu. Mengira kondisi tersebut adalah cedera otot rotator cuff, ia pun rutin mengunjungi dokter ortopedi serta menjalani terapi fisik dan peregangan.

Merasa terapi tersebut sempat meredakan rasa sakitnya, penyakit mematikan di tubuhnya jadi tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.

Sampai bahaya baru terungkap pada Mei 2024. Saat sedang melakukan pekerjaan di halaman rumahnya, Dillon tiba-tiba dihantam rasa nyeri yang sangat hebat di bahu.

Menyadari ada yang tidak beres, ia langsung menjalani pemeriksaan MRI dan dirujuk ke dokter spesialis. Dillon mengaku sempat bingung dengan rujukan tersebut.

"Saya masuk dan dokter bertanya, 'Anda tahu mengapa Anda di sini?' Saya menjawab hanya mendapat rujukan. Dokter itu kemudian berkata, 'Saya seorang ahli onkologi ortopedi dan menangani kanker.' Di situ saya langsung terkejut," kenang Dillon, yang dikutip dari .

Dari hasil pemeriksaan memastikan Dillon mengidap multiple myeloma, sebuah kanker darah yang terbentuk pada sel plasma. Menurut Mayo Clinic, kanker ini memproduksi protein abnormal yang tidak berfungsi, yang kemudian memicu gejala khas berupa nyeri tulang, seperti yang dialami Dillon pada bahunya.

Setelah diagnosis tersebut, Dillon menjalani delapan siklus pengobatan intensif yang mengombinasikan obat-obatan target, imunoterapi, dan steroid, serta memutuskan ikut serta dalam uji klinis.

Meski sempat mengalami efek samping dan harus menjalani beberapa kali radiasi untuk membersihkan sisa sel kanker di tulang bahunya, perjuangannya membuahkan hasil.

Kini, Dillon dinyatakan berada dalam masa remisi atau kondisi kanker tidak lagi aktif. Rasa nyeri hebat di bahunya telah hilang total, dan ia hanya perlu mengonsumsi obat harian serta rutin kontrol ke dokter untuk mencegah kanker kambuh.

Lewat kisah jalannya menuju kesembuhan, Dillon mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala awal yang tidak biasa pada tubuh. Ia juga menekankan bahwa diagnosis kanker darah bukanlah akhir dari segalanya.

"Ini bukan salah satu jenis kanker yang tidak ada pengobatannya. Masa depan cerah, peluangnya pun cerah," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.