Pratinjau Pertandingan Argentina vs Mesir
Hendra Wijaya July 07, 2026 06:54 AM

Lionel Messi dan para juara bertahan kembali menjadi sorotan pada hari Selasa ketika Argentina menghadapi Mesir dalam salah satu laga babak 16 besar paling menarik di turnamen ini — pertarungan antara raja sepak bola dunia saat ini melawan negara yang tengah mengejar sejarahnya sendiri.

Perjalanan Argentina menuju babak gugur berjalan lebih mulus daripada yang ditunjukkan skor laga terakhir fase grup mereka, namun babak 32 besar sempat menghadirkan ketegangan nyata. Cabo Verde, yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya, memaksa La Albiceleste bekerja keras hingga gol bunuh diri di menit ke-111 akhirnya memastikan kemenangan 3-2 lewat perpanjangan waktu. Hasil itu menjadi pengingat bahwa tim asuhan Lionel Scaloni, betapapun sarat prestasi, tetap rentan ketika Messi berhasil diredam.

Perjalanan Mesir justru menjadi kisah paling romantis di babak ini. Tim yang dipimpin Mohamed Salah itu berhasil melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah negara mereka, lalu menorehkan pencapaian lebih tinggi dengan menyingkirkan Australia 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Setiap kemenangan berikutnya adalah wilayah baru bagi The Pharaohs.

Kedua tim hanya pernah bertemu sekali sebelumnya, dalam laga persahabatan pada tahun 2008 yang dimenangkan Argentina 2-0 berkat gol dari Sergio Agüero dan Nicolás Burdisso. Hampir tidak ada riwayat pertemuan kompetitif di antara mereka — ini adalah babak baru bagi kedua negara.

Mesir akan kehilangan bek kiri Ahmed Fatouh dan bek tengah Mohamed Abdelmoneim, dua absensi yang membuat lini pertahanan yang sudah diuji menjadi semakin tipis. Hossam Hassan diperkirakan akan mengandalkan trio bertahan Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, dan Mohamed Hany, yang semuanya tampil di setiap pertandingan sejauh ini. Karim Hafez akan menggantikan posisi Fatouh. Gelandang bertahan Mohanad Lasheen kembali dari skorsing dan akan berduet dengan Marwan Attia untuk memperkuat lini tengah. Di lini depan, serangan dibangun di sekitar Emam Ashour, dengan Salah dan Omar Marmoush sebagai tumpuan utama. Mostafo Ziko akan menjadi penyerang tengah, meskipun ia belum pernah bermain penuh selama satu pertandingan.

Bagi Argentina, ceritanya masih sama seperti sepanjang turnamen: semua permainan mengalir melalui Messi. Pengaruhnya kembali terbukti saat menghadapi Cabo Verde — mencetak gol pembuka yang spektakuler dan mengirim umpan silang yang menyebabkan gol kemenangan. Tantangan bagi Scaloni adalah menjaga agar timnya tetap berbahaya pada momen ketika Messi tidak memegang bola.

Di atas kertas, ini tampak seperti pertarungan yang tidak seimbang: kualitas dan pengalaman Argentina menghadapi tim Mesir yang masih memiliki banyak tanda tanya di lini belakang. Namun Cabo Verde sudah menunjukkan cara untuk membuat Argentina kesulitan: menyerang sayap dengan kecepatan dan determinasi. Mesir memiliki pemain yang bisa menerapkan pendekatan serupa, dan dengan para bek Argentina yang kemungkinan fokus pada Salah dan Marmoush, Ashour bisa menemukan ruang di lini tengah untuk dieksploitasi.

Risiko bagi Mesir adalah bermain terlalu bertahan. Pendekatan Cabo Verde berhasil karena mereka menekan dan berani mengambil inisiatif, bukan hanya bertahan selama lebih dari 90 menit. Mesir perlu menunjukkan keberanian serupa — mereka datang tanpa beban dan dengan kebebasan tim yang sudah melampaui ekspektasi.

Kemenangan akan mengantar salah satu dari mereka ke perempat final, dengan tiket semifinal di Atlanta pada 15 Juli menanti. Bagi Argentina, itu berarti satu langkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar yang mereka menangkan di Qatar. Bagi Mesir, itu akan menjadi hasil terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia — melampaui bahkan pencapaian mereka di fase grup.

• Pertemuan sepanjang masa: 1 (Argentina menang 2-0, laga persahabatan tahun 2008) • Catatan Argentina di babak gugur: selalu mencapai babak 16 besar sejak tahun 2002 • Mesir: kemenangan pertama di fase grup dan kemenangan pertama di babak gugur, keduanya diraih di turnamen ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.