SPMB SMA Negeri di Yogya Tercoreng Fenomena Calon Siswa “Iseng” Daftar
Hari Susmayanti July 07, 2026 07:01 AM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah menengah atas (SMA) negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ajaran 2026/2027 dinodai oleh perilaku spekulatif sejumlah calon peserta didik. 

Ada fenomena “coba-coba” atau “iseng-iseng” calon siswa mendaftar di menit-menit terakhir jelang penutupan sistem pendaftaran, lalu mangkir saat tahapan daftar ulang. 

Fenomena ini memicu efek domino yang secara nyata merugikan hak calon siswa lain. 

Sekolah kini terpaksa membuka jalur cadangan untuk mengisi kursi yang kosong itu.

Fenomena itu di antaranya terjadi di SMA Negeri 3 Yogyakarta. 

Satu kursi kosong terpaksa harus diperebutkan kembali melalui jalur cadangan. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Yogyakarta, Dadang Triatmoko, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kuota di sekolahnya berjumlah 252 siswa dalam lima jalur seleksi melalui sistem Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY. 

Jalur-jalur tersebut meliputi jalur inklusi (0 mendaftar), jalur radius 5 persen (9 siswa diterima), jalur prestasi 30 persen (75 siswa diterima), jalur perpindahan tugas orang tua/PTO 5 persen (13 siswa diterima).

Kemudian, jalur afirmasi kuota maksimal 30 persen (32 siswa mendaftar), serta jalur domisili wilayah yang menyerap sisa kuota tidak terpenuhi dari jalur lain, yakni 123 siswa.

Namun, hingga batas akhir daftar ulang pada Jumat pekan lalu, jumlah siswa yang melakukan daftar ulang mandek di angka 251 siswa. 

Satu calon siswa yang menempati peringkat tengah dengan nilai cukup bagus dipastikan gugur karena tidak menyelesaikan proses daftar ulang.

Dadang memaparkan, berdasarkan rekam jejak digital pada sistem portal SPMB, calon siswa tersebut melakukan manuver pendaftaran mepet dengan jadwal penutupan sistem. 

Pihak sekolah sempat berupaya keras melacak keberadaannya sebelum batas waktu habis.

"Portal pendaftaran itu ditutupnya pukul 16.00, dia daftar pada pukul 15.59. Motifnya kami enggak tahu. Kita tunggu juga kemarin sampai di hari terakhir pendaftar ulang. Kita hubungi dan dibalas lewat WA. Itu mereka ternyata enggak jadi daftar ulang," terang Dadang, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Omzet Pedagang Seragam Sekolah di Jl Ibu Ruswo Jogja Naik Berlipat-lipat

Mundurnya pendaftar bernilai tinggi di detik-detik terakhir ini membawa dampak sistemik yang luas terhadap konfigurasi kelulusan di sekolah lain. 

Dadang menegaskan posisi nilai calon siswa yang berada di tengah-tengah mengacaukan kesempatan pendaftar di bawahnya yang benar-benar berharap bisa bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bagi SMAN 3 Yogyakarta, insiden ini merupakan kasus pertama yang mereka hadapi. 

Pada tahun sebelumnya, sisa kuota kosong hanya terjadi pada jalur afirmasi karena belum terserap secara optimal. 

Dadang menyayangkan tindakan spekulatif ini karena tidak hanya menambah beban kerja panitia sekolah, melainkan menjegal kans masyarakat luas.

"Ya ini bener sangat merugikan, ya merugikan semuanya. Sekolah juga, calon siswa yang lainnya juga, harusnya mungkin dia punya kans untuk masuk di SMA 3, malah kasihan juga akhirnya tidak bisa masuk," terangnya.

Masalah mental

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Raden Suci Rohmadi, menyatakan. perilaku tersebut merefleksikan masalah mentalitas. 

Berdasarkan laporan, terdapat beberapa kasus di mana siswa yang sudah terlebih dahulu diterima di sekolah unggulan swasta berasrama seperti SMA Taruna Nusantara, tetap mencoba mendaftar di SMA negeri reguler (seperti SMA Negeri 8 Yogyakarta yang mencatat 3 siswa mengundurkan diri).

"Ini saya kira ini masalah mental anak, ibaratnya pengen ngacau lah. Pada akhirnya juga tidak daftar ulang, kan menyebabkan kerugian bagi yang lain. Kami sebagai dinas juga tidak mengharapkan yang seperti itu," ujar Suci.

Pendaftaran jalur cadangan dilaksanakan secara daring murni via laman resmi spmb.jogjaprov.go.id mulai Senin (6/7) pukul 08.00 WIB hingga Selasa (7/7) pukul 12.00 WIB. 

Pengumuman hasil seleksi murid cadangan akan disiarkan pada Rabu (8/7) mulai pukul 09.00 WIB melalui papan pengumuman sekolah maupun laman tersebut. 

Bagi peserta yang lolos, tahapan daftar ulang terjadwal selama dua hari pada Rabu (8/7) hingga Kamis (9/7) pukul 08.00-14.30 WIB. (han)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.