TRIBUNNEWS.COM - Mimpi Timnas Portugal untuk bisa meraih gelar juara Piala Dunia 2026 ambyar setelah disingkirkan Spanyol di babak 16 besar, dinihari tadi.
Cristiano Ronaldo selaku mega bintang utama Portugal pun tak kuasa menahan tangisnya setelah timnya gagal lolos ke 8 besar.
Disisi lain, Roberto Martinez juga langsung mengundurkan diri sebagai pelatih setelah Portugal angkat koper dari Piala Dunia 2026.
Ya, Portugal harus menerima kenyataan pahit bahwa langkah mereka terhenti di babak 16 besar.
Bertanding melawan Spanyol di Dallas Stadium, Selasa (7/7/2026) dinihari, Portugal kalah dengan cara tragis di tangan juara Euro 2024.
Gol tunggal yang dicetak Mikel Merino pada penghujung laga babak kedua (91') menjadi biang kerok tersingkirnya Portugal.
Portugal pun akhirnya harus angkat koper dan lagi-lagi tidak mampu melaju jauh di ajang sekelas Piala Dunia.
Harapan untuk bisa melaju sejauh mungkin di gelaran Piala Dunia termasuk meraih gelar pertama turnamen ini pun buyar seketika.
Tersingkirnya Portugal dari babak 16 besar ini seakan menjadi harga mahal yang harus dibayar oleh Portugal yang lebih mempercayakan sosok Roberto Martinez sebagai pelatih.
Setelah sempat gagal membawa generasi emas Belgia berjaya pada kesempatan sebelumnya, kini Roberto Martinez seakan mengulangi hal sama bersama Portugal.
Baca juga: Derbi Iberia Milik Spanyol, Portugal Angkat Koper dari Piala Dunia 2026
Sebelumnya, salah seorang Football Enthusiast, Gigih memberikan komentar menarik soal tugas Martinez sejak dipercaya melatih Portugal.
Gigih memandang melatih Portugal adalah pekerjaan tidak mudah, apalagi menangani ego pemain bintang seperti Ronaldo.
Selain itu, kemampuan untuk menangani skuad Portugal bertabur bintang menjadi tantangan lainnya.
Dan akhirnya Martinez lagi-lagi gagal, setelah sebelumnya tidak bisa memaksimalkan potensi Belgia, kini gantian Portugal yang jadi korbannya.
"Salah satu tugas Roberto Martinez adalah, bagaimana dirinya bisa meredam ego Ronaldo," ucap Gigih W, dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Kini tugas utama Ronaldo Martinez adalah menyatukan para pemain bintangnya. Masalahnya Martinez pernah tangani generasi emas Belgia dan gagal. Nah tantangannya di situ sebenarnya," ucap Gigih.
Tersingkirnya Portugal dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 jelas menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh Ronaldo.
Sejak melakoni debut Piala Dunia pada edisi 2006, harapan Ronaldo untuk bisa memenangkan gelar turnamen ini selalu mengalami crash.
Dalam enam edisi beruntun sejak Ronaldo memperkuat Portugal, Tim Samba Eropa ini tidak pernah lolos ke final ataupun juara di akhir turnamen.
Termasuk pada edisi 2026 di mana Portugal harus tersingkir lebih awal di tangan Spanyol, pada babak 16 besar.
Tak berselang lama setelah laga melawan Spanyol berakhir, kekecewaan pun menyelimuti perasaan Ronaldo yang terlihat mengeluarkan air mata.
Ya, sekalipun Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola, tersingkir di ajang sekelas Piala Dunia, tetap saja menjadi momen yang memilukan bagi dirinya.
Apalagi gelar Piala Dunia menjadi satu-satunya trofi bergengsi yang selama ini dicari Ronaldo maupun Portugal di level internasional.
Hanya saja, kenyataan pahit harus diterima Ronaldo karena Portugal lagi-lagi belum bisa melewati batasnya sendiri di Piala Dunia.
Dikala Ronaldo menangis lantaran Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026, keputusan besar juga diambil Roberto Martinez selaku pelatih.
Roberto Martinez secara resmi langsung mengundurkan diri tepat setelah gagal meloloskan Portugal ke babak 8 besar.
"Terbaru, Roberto Martinez meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Portugal, semuanya selesai," tulis laporan jurnalis kenamaan Italia, Fabrizio Romano lewat media sosial pribadinya.
Sejak dipercaya melatih Portugal pada tanggal 9 Januari 2023 silam, Roberto Martinez sudah berkesempatan untuk mendampingi Portugal dalam 45 laga berbeda di berbagai ajang/kompetisi.
Meskipun catatan kemenangan Roberto Martinez selama menangani Portugal berjumlah 32 kali, kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi harga mahal yang harus dipertanggungjawabkan oleh dirinya.
Selama 45 laga menangani Portugal, Roberto Martinez menorehkan 32 kemenangan, 6 hasil imbang dan 7 kekalahan, serta mencatatkan rata-rata 2,27 poin per pertandingan.
Kini, Roberto Martinez bakal menganggur setelah mundur dari jabatan pelatih Portugal.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)