Banjir Bikin Pasokan Beras Masih Terbatas
mufti July 07, 2026 10:25 AM

Untuk beras premium biasa kosong. Sekarang yang ada beras dari Medan. ANDI, Pedagang Sembako di Pasar Pagi

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pasokan beras asal Aceh di Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan masih terbatas. 

Pedagang menyebut kondisi tersebut diduga dipengaruhi banjir yang berulang kali melanda kawasan pertanian di Aceh Utara, sehingga pasokan beras ke sejumlah daerah, termasuk Aceh Tamiang ikut terganggu.

Pedagang sembako di Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Andi mengatakan, stok beras premium yang biasa dipasok dari Aceh belum tersedia hingga Senin (6/7/2026). Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pedagang sementara mengandalkan kiriman beras dari Medan, Sumatera Utara. "Untuk beras premium biasa kosong. Sekarang yang ada beras dari Medan," kata Andi.

Menurut Andi, selama ini sebagian pasokan beras yang dijual pedagang berasal dari Aceh Utara. Namun, produksi di daerah tersebut sedang menurun setelah lahan pertanian beberapa kali dilanda banjir dalam waktu berdekatan.

Ia menjelaskan, sawah milik petani di Aceh Utara sempat terendam banjir, kemudian kembali terdampak setelah air surut. Kondisi itu dinilai memengaruhi aktivitas tanam dan panen sehingga distribusi beras ke Aceh Tamiang menjadi terbatas.

"Beras Aceh masih susah karena sawah di Aceh Utara sempat kena banjir, kemudian surut dan tidak lama banjir lagi. Mungkin itu yang membuat beras susah didapat karena petaninya di sana," ujarnya.

Meski pasokan beras asal Aceh berkurang, kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi melalui kiriman dari Medan. Pedagang berharap distribusi beras dari Aceh segera kembali normal seiring pulihnya kondisi lahan pertanian di Aceh Utara.(mad)

Cabai Rp50 Ribu per Kg

Harga cabai rawit di Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, melonjak hingga Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan sebesar Rp20 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu per kilogram itu sudah bertahan selama tiga hari terakhir.

Pedagang sembako di Pasar Pagi Kualasimpang, Andi, mengatakan cabai rawit yang dijual di pasaran saat ini didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Tingginya harga cabai rawit menjadi kenaikan paling mencolok dibanding komoditas lainnya.

"Harga cabai rawit hari ini Rp50 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp30 ribu dan sudah tiga hari bertahan di angka itu. Pasokan cabai rawit kami ambil dari Medan," kata Andi, Senin (6/7/2026).

Selain cabai rawit, harga cabai hijau juga mengalami kenaikan menjadi Rp36 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp26 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah dijual Rp35 ribu per kilogram dan cabai caplak dipasarkan Rp38 ribu per kilogram.

Untuk komoditas bumbu dapur lainnya, bawang merah dijual Rp36 ribu per kilogram, bawang putih Rp42 ribu per kilogram, kentang Rp14 ribu per kilogram, serta tomat Rp20 ribu per kilogram.(mad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.