Aston Villa dan Tottenham Siaga: Winger PSG Ingin Pindah Musim Panas Setelah Bersinar di Piala Dunia
Dewi Rahayu July 07, 2026 11:04 AM

Aston Villa dan Tottenham Hotspur kini bersiap setelah pemain sayap muda Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, mengisyaratkan keinginannya untuk meninggalkan Parc des Princes pada musim panas ini. Pemain berusia 18 tahun tersebut, yang tampil gemilang bersama Tim Nasional Senegal di Piala Dunia 2026, dikabarkan siap mencari tantangan baru demi mendapatkan waktu bermain reguler di tim utama.

Penampilan Hebat di Piala Dunia Menarik Minat Klub Inggris

Pemain sayap muda ini langsung mencuri perhatian di Piala Dunia saat membela Senegal. Ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga pembuka melawan Prancis dan mencetak gol spektakuler setelah melewati Theo Hernandez, sebuah momen yang menempatkan namanya dalam buku sejarah.

Pada usia 18 tahun dan 143 hari, Mbaye menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah tim nasional Senegal. Lebih dari itu, ia kini memegang rekor sebagai pemain Afrika termuda yang pernah mencetak gol di ajang Piala Dunia.

Aston Villa dan Tottenham Pimpin Perburuan

Menurut laporan Foot Mercato, perkembangan ini membuat sejumlah klub Inggris segera bergerak. Tottenham disebut sudah lama mengagumi kecepatan eksplosif dan gaya bermain langsung Mbaye, menganggapnya cocok dengan tuntutan fisik Liga Primer Inggris. Namun, Aston Villa disebut sebagai klub yang menunjukkan minat paling konkret untuk merekrut sang pemain.

Skuad asuhan Unai Emery ingin memperkuat lini depan dengan talenta muda berpotensi besar, dan Mbaye dinilai sesuai dengan kriteria tersebut. Seiring berjalannya bursa transfer musim panas, PSG mungkin akan menghadapi situasi sulit untuk meyakinkan salah satu prospek terbaik mereka agar tetap bertahan di Paris, di tengah tekanan meningkat dari klub-klub papan atas Inggris.

Frustrasi dengan Jalur Karier di PSG

Sebagai lulusan akademi yang dikenal di klub sebagai 'Titi', situasi Mbaye di PSG tergolong rumit. Meskipun ia masih terikat kontrak hingga Juni 2028, sang pemain menyadari ketatnya persaingan di skuad Luis Enrique. Dengan status PSG sebagai juara Ligue 1 yang kerap mendatangkan bintang ofensif baru, jalannya menuju tim utama semakin sulit.

Laporan dari Foot Mercato menyebutkan bahwa meskipun pihak keluarga dan lingkaran terdekatnya ingin ia bertahan di Paris untuk melanjutkan perkembangan kariernya, Mbaye sendiri lebih condong untuk pergi. Ia tidak lagi ingin menunggu kesempatan yang mungkin tidak pernah datang, terutama setelah membuktikan kemampuannya melawan pemain-pemain elite selama turnamen di Amerika Utara.

Perjuangan untuk Pengakuan di Level Internasional

Meski mencatat rekor bersejarah, perjalanan Mbaye menuju skuat utama Senegal tidaklah mudah. Ia secara mengejutkan dicadangkan pada laga kedua fase grup melawan Norwegia, yang berakhir dengan kekalahan 3-2 dan memicu kemarahan para pendukung Senegal. Ketika akhirnya ia masuk di menit ke-54, pengaruhnya segera terlihat: ia mencatatkan tingkat keberhasilan dribel 100% dan memenangkan semua lima duel yang dihadapinya.

Desakan publik agar ia menjadi starter akhirnya terwujud pada laga terakhir fase grup melawan Irak, di mana ia tampil selama 57 menit. Pengalaman di panggung dunia tersebut telah mengubah pandangannya, dan kini sang remaja merasa siap bersaing secara reguler di level tertinggi, alih-alih hanya menjadi pemain pelapis di ibu kota Prancis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.