Sumur Kering, Warga Ciburial Kabupaten Bogor Cari Air Bersih Sampai ke Gunung Pancar
Ardhi Sanjaya July 07, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Warga Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, harus mencari air hingga kawasan Gunung Pancar setelah sumber mata air dan sebagian besar sumur mereka mengering akibat kemarau.

Kondisi itu menjadi temuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor saat melakukan asesmen di lokasi pada Senin (6/7/2026) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan, temuan itu berawal dari laporan kekeringan yang melanda dua kampung di Desa Karang Tengah, yakni Kampung Landeuh RT 1/2 dan Kampung Ciburial RT 3/3 serta RT 1/3.

Akibat kekeringan itu, sedikitnya 120 kepala keluarga (KK) yang terdiri 555 jiwa di Kampung Ciburial dan Kampung Landeuh terdampak.

"Rincian korban terdampak yaitu Kampung Landeuh dihuni sekitar 50 KK atau 210 jiwa. Sementara Kampung Ciburial lebih parah, dengan 70 KK atau 345 jiwa yang terdampak," ujar Adam melalui keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kekeringan di Kampung Ciburial jauh lebih parah dibandingkan wilayah lain di desa tersebut.

Sumur-sumur warga di sana nyaris seluruhnya kering.

"Untuk analisis di lapangan, di wilayah Desa Karang Tengah khususnya Kampung Ciburial sumber air sudah kering dan hampir semua sumur warga kering. Warga harus mencari sumber air ke Puncak Gunung Pancar," ucap Adam.

Sementara itu, kondisi di Kampung Landeuh masih relatif lebih baik.

Menurut Adam, sebagian warga di kampung tersebut masih dapat memanfaatkan air dari beberapa sumur yang belum mengering.

BPBD Kabupaten Bogor kemudian menyalurkan 10.000 liter air bersih menggunakan satu unit mobil tangki dalam dua kali pengiriman.

Air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Menurut Adam, kekeringan dipicu menurunnya curah hujan secara drastis di wilayah Babakan Madang selama musim kemarau.

Kondisi tersebut menyebabkan cadangan air berkurang hingga sejumlah sumber mata air mengering.

"Kekeringan dimulai dengan berkurangnya curah hujan secara drastis di wilayah Babakan Madang akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang. Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut," ujar Adam.

Senin malam, distribusi air bersih telah selesai dilakukan dan kondisi di lokasi dilaporkan terkendali.

Untuk hari ini, untuk di lokasi Kampung Ciburial dan Landeuh aman terkendali untuk pasokan air bersih sudah didistribusikan oleh tim Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor dengan volume 10.000 liter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.