Piala Dunia Terakhir Cristiano Ronaldo Berakhir dengan Catatan yang Tak Diinginkan: 17 Tembakan, Nol Peluang Diciptakan
Aurora Nightingale July 07, 2026 10:58 AM

Ia mencatatkan lebih banyak tembakan dibandingkan pemain mana pun dalam sejarah Piala Dunia tanpa menciptakan satu pun peluang bagi rekan setimnya. Namun, entah bagaimana, statistik itu sekaligus menggambarkan segalanya dan tidak menggambarkan apa pun tentang Cristiano Ronaldo.

Saat Piala Dunia terakhir Ronaldo berakhir dengan air mata pada Senin malam di Dallas, muncul sebuah statistik luar biasa sekaligus menyakitkan dari data pertandingan. Ronaldo melepaskan 17 tembakan di Piala Dunia FIFA 2026 tanpa menciptakan satu pun peluang bagi rekan setimnya di Portugal sepanjang turnamen — jumlah tertinggi yang pernah dicatat oleh seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada tahun 1966.

Rekor sebelumnya dipegang oleh pemain Meksiko, Alberto Garcia Aspe, yang mencatatkan 15 tembakan tanpa satu pun peluang tercipta di Piala Dunia Prancis 1998. Jerzy Gorgon dari Polandia melakukan 13 tembakan pada tahun 1974, Katlego Mphela dari Afrika Selatan menyamai jumlah tersebut pada tahun 2010, dan Denis Cheryshev dari Rusia mencatat angka serupa pada tahun 2018. Kini, Ronaldo melampaui semuanya dengan dua tembakan lebih banyak, dalam turnamen di mana Portugal akhirnya tersingkir oleh Spanyol di babak 16 besar.

Angka-angka ini dapat ditafsirkan dari dua sisi. Di satu sisi, 17 tembakan dalam empat pertandingan menunjukkan seorang penyerang yang tidak pernah berhenti berusaha, tidak pernah berhenti percaya, dan selalu menuntut bola untuk mencoba mencetak gol. Namun di sisi lain, nol peluang yang diciptakan dalam empat pertandingan yang sama — tanpa umpan kunci, tanpa asis, tanpa momen di mana pergerakan atau sentuhannya menghasilkan peluang bagi rekan setim — menggambarkan seorang penyerang yang, pada usia 41 tahun, sudah tidak lagi menjadi penghubung utama seperti dulu dalam serangan Portugal.

Tiga gol yang dicetaknya dari 17 tembakan tersebut sebenarnya bukan hasil yang buruk. Rasio konversinya menceritakan satu sisi cerita, sementara angka peluang yang diciptakan menceritakan sisi lainnya. Dan di antara kedua statistik itulah terdapat kebenaran kompleks, menarik, sekaligus menyentuh dari perjalanan Ronaldo di Piala Dunia 2026.

Pelatih Roberto Martinez terus memberikan dukungan penuh, menegaskan bahwa kemampuan Ronaldo menarik perhatian bek lawan membuka ruang bagi pemain lain, meski data menunjukkan hal sebaliknya. Para rekan setimnya juga selalu memberikan dukungan secara terbuka di setiap kesempatan.

Namun, kenyataan paling kejam dalam sepak bola adalah bahwa rekor tidak peduli pada loyalitas maupun warisan.

Tujuh belas tembakan. Nol peluang diciptakan. Tiga gol. Satu perpisahan terakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.