Rumah Sakit Manembo-nembo Bitung Kini Miliki Alat Cuci Darah, Empat Pasien dapat Layanan Perdana
Alpen Martinus July 07, 2026 11:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Warga Kota Bitung, Sulawesi Utara tak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan cuci darah.

Sebab kini layanan cuci darah sudah hadir di Kota Bitung.

Terpatnya UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari Kota Bitung. 

Baca juga: Tempat Cuci Darah Pertama di Rumah Sakit Kota Bitung Diresmikan Gubernur Sulut Yulius Selvanus

Unit Pelayanan Dialisis tersebut diresmikan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE, Senin (6/7/2026).

Di tandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur YSK sapaan Yulius Selvanus.

Dilanjutkan dengan pengguntingan pita, di pintu masuk Unit Layanan Dialisis RSMN Bitung oleh Gubernur YSK dan Ketua Posyandu daerah Sulut Anik Yulius Selvanus.

Tempat cuci darah tersebut merupakan yang pertama di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) rumah sakit di Kota Bitung.

Saat peresmian, ada empat orang pasien cuci darah yang mendapatkan layanan perdana.

Usai peresmian, bersama Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Ketua Posyandu Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr Rima Lolong dan Direktur RSMN Bitung Dr dr Chally Tirajoh masuk ke dalam ruangan cuci darah.

Menggunakan pakaian dinas Keki warna coklat Gubernur YSK dan istri Anik memakai setelah kemeja batik warna hijau muda nampak berinteraksi dengan empat orang pasien yang bersiap melakukan cuci darah.

Para pasien diberi suport, semangat dan dorongan agar rutin melakukan cuci darah.

Menurut Gubernur YSK layanan tersebut ditunjang dengan empat alat, jika maksimal pelayanan cuci darah lima jam berarti ada 24 dan sehari bisa delapan orang terlayani.

"Belum imbang dengan jumlah pendudukan Kota Bitung 217 ribu, masih kurang harus di tambah. Karena Kota Bitung RSUD masih tipe D, belum bisa memfasilitasi cuci darah," kata Gubernur YSK.

Dari data pasien cuci darah di Kota Bitung ada 180 orang, dengan ketersediaan alat cuci darah saat ini baru empat di RSMN Bitung harus di tingkatkan dengan cepat.

YSK sudah bercakap dengan Walikota Bitung, yang meminta dukungan agar RSUD Pratama tipe D Kota Bitung menjadi Tipe C.

"Kami akan bantu dorong. Nanti bu Kadis pelajari untuk ke tipe C apa syaratnya," jelas YSK.

Kehadiran pelayanan cuci darah menurut Gubernur YSK, terkait dengsn indeks pembangunan manusia Sulut di 76,32 dinilai dari tiga kategori.

Pertama kesehatan angkat hadapan hidup, pendidikan dan ekonomi.

Sedangkan untuk angka harapan hidup di Sulut 74,44 persen tertinggi di Sulawesi untuk angka harapan hidup, sehingga dapat reward Rp 3 miliar.

Kehadiran pelayanan cuci darah di RSMN Bitung, adalah prinsip Pemprov Sulut dalam pelayanan prima terdiri dari cepat, dekat dan bermutu, ini sangat penting.

Cepat layanan cepat pasien tidak antri panjang, setelah giliran sudah tak ada pelayanan.

Dekat, harus dekat pemukiman masyarakat agar tak makan waktu ke tempat pelayanan Kesehatan.

Kehadiran unit pelayanan cuci darah di RSMN Bitung yang telah diresmikan bagian pelayanan prima dan bantu Kota Bitung, yang belum ada tempat cuci darah.

"Pelayanan ini terima pasien BPJS. Artinya benar-benar pelayanan cepat, dekat dan bermutu hadir disini," tegasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr Rima Lolong berterima kasih ke Gubernur Sulut YSK atas perhatiannya, terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

"Ini bukti kehadiran dan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam berikan akses pelayanan kesehatan dekat cepat dan bermutu," kata dr Rima Lolong.

Rencana pelayanan cuci darah di RSMN sudah sejak tahun 2022 dipersiapkan, secara bertahap utama SDM, perawat yang akan melakukan pelayanan melalui pelatihan khusus.

Ada juga dokter dan dokter spesialis yang harus mengikuti Fellow, atau pelatihan kompetensi pelayanan.

Dan kini sudah ada di unit pelayanan cuci darah di RSMN SDM yang kompeten, telah ikut pelatihan dan magang serta di suport langsung oleh Pernefri (perhimpunan dokter ginjal) di Sulut untuk proses perizinan layanan.

Pada bulan Mei 2026 di visitasi Kemenkes dinyatakan lulus memberikan layanan cuci darah, lalu pada bulan Juni 2026 oleh BPJS Kesehatan telah kredensialing dan dinyatakan penuhi syarat bagi pasien BPJS Kesehatan.

"Hari ini langsung mulai layanan perdana terhadap empat orang pasien cuci darah," kata dia.

Sembari menambahkan dari data Dinas Kesehatan Kota Bitung, pasien cuci darah ber KTP Kota Bitung sejumlah 180 orang yang butuh layanan cuci darah rutin dua kali dalam seminggu.

Dan saat ini sudah ada layanan cuci darah di RSMN Bitung, akses dekat terhadap pasien dan lebih hemat dari segi transportasi.

Adapun pembangunan ruang di unit pelayanan cuci darah RSMN Kota Bitung serta alat kesehatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kesehatan. (CRZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.