Bupati Siak Pastikan Pembangunan Tetap Berjalan Meski Fiskal Terbatas, Fokus pada Program Berdampak
Firmauli Sihaloho July 07, 2026 12:21 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keterbatasan kemampuan keuangan daerah dipastikan tidak akan menghentikan laju pembangunan di Kabupaten Siak.

Pemerintah daerah memilih memusatkan anggaran pada program-program prioritas yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bupati Siak Afni Z mengatakan, kondisi fiskal yang belum pulih memang menjadi tantangan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk mengurangi komitmen untuk memberikan pelayanan dan melanjutkan pembangunan.

“Keterbatasan fiskal memang menjadi tantangan. Tapi komitmen kami untuk membangun dan melayani masyarakat tidak akan berkurang,” kata Afni, Selasa(7/7/2026).

Menurutnya, arah pembangunan kini lebih menekankan efektivitas penggunaan anggaran.

Pemerintah memastikan setiap rupiah APBD yang dibelanjakan mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar tingginya serapan anggaran.

“Setiap rupiah APBD harus memberi manfaat. Fokus kami adalah hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Bus Pelangi Hantam Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas dan 16 Luka-luka

Baca juga: Hujan Berpotensi Meluas di Riau Hari Ini, Sejumlah Daerah Diminta Waspada

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak terus melakukan berbagai langkah, mulai dari menetapkan skala prioritas pembangunan, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan efisiensi belanja daerah, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, hingga memperjuangkan tambahan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Afni menegaskan, sektor pelayanan dasar tetap menjadi perhatian utama pemerintah. 

Pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan air bersih, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penguatan perekonomian daerah akan terus dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah mengoptimalkan pemeliharaan jalan sambil terus mengupayakan bantuan pembiayaan dari pemerintah pusat. Di bidang air bersih, pemerintah mengembangkan jaringan distribusi, menerapkan sistem pembayaran digital, dan menambah sambungan rumah secara bertahap.

Sementara pada sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah terus memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana serta pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Afni menilai keberhasilan pembangunan juga membutuhkan dukungan seluruh pihak. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan DPRD, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.