TRIBUNNEWS.COM - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 seakan menjadi ladang yang mengubur impian tiga tim tuan rumah turnamen.
Ya, perjalanan ketiga negara tuan rumah Piala Dunia edisi kali ini kompak terhenti di babak 16 besar.
Ialah Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat yang langkahnya sirna, usai kalah menghadapi lawannya masing-masing, dalam laga yang memperebutkan tiket lolos ke 8 besar.
Sebelumnya, Arnan Binafsihi selaku Wakil Ketua Oranje Indonesia pernah mengomentari soal kiprah tiga tuan di Piala Dunia 2026.
Arnan mengakui performa cukup oke yang diperlihatkan tuan rumah di awal turnamen, menjadi bukti mereka memang layak tampil di Piala Dunia 2026, bukan karena status tuan rumah, melainkan faktor kualitas dan permainan.
"Menurut saya, secara kualitas, ketiga tim tuan rumah memang bagus," kata Arnan saat dihubungi Tribunnews, ketika ditanya soal performa impresif ketiga tuan rumah di awal turnamen Piala Dunia 2026.
"Faktor tuan rumah mungkin berpengaruh, tapi mereka juga punya kualitas dan ingin menunjukkan bahwa mereka bisa tampil di Piala Dunia 2026 karena memang kualitasnya, bukan tuan rumah semata," tukasnya.
Baca juga: Dejavu Tragis Portugal di Piala Dunia 2026: Mimpi Ronaldo Buyar, Hibur Diri Pakai Sejarah Masa Lalu
Tiga tim tuan rumah menampilkan performa cukup oke di awal turnamen, dengan melewati fase penyisihan grup sekaligus babak 32 besar.
Namun kemudian, baik Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat akhirnya mengalami crash yang membuat impian ketiganya buyar di babak 16 besar.
Kanada dan Amerika Serikat bahkan kalah dengan cara yang tragis yakni dibantai dengan margin 3 gol oleh musuhnya di babak yang terbaru.
Kanada dipecundangi Maroko (3-0), dan Amerika Serikat baru saja dipermalukan Belgia (1-4).
Kekalahan tragis yang diderita Kanada maupun Amerika Serikat ini terasa pilu, karena seperti anti-klimaks.
Jika menilik perjalanan dua negara tersebut sejak fase grup, performa Kanada dan Amerika Serikat tidak terlalu buruk.
Contohnya Kanada yang dilatih Jesse March di Piala Dunia 2026.
Sebelum turnamen dimulai, sebagai salah satu tuan rumah Kanada punya tantangan besar untuk menyudahi kutukan tidak pernah meraih poin di Piala Dunia.
Diketahui, Kanada tidak pernah meraih poin dan selalu kalah setiap kali bermain pada dua partisipasinya di gelaran Piala Dunia.
Berbekal kenangan buruk tersebut, Kanada tentu ingin mengakhiri momen crashnya tersebut di Piala Dunia kali ini.
Angin segar pun dirasakan Kanada setelah mampu mencuri satu poin di laga pembuka Grup B, dengan menahan Bosnia dengan skor 1-1.
Selanjutnya, kemenangan krusial diraih Kanada saat menghancurkan Qatar dengan skor lima gol tanpa balas di matchday kedua.
Raihan satu hasil imbang dan satu kemenangan itupun akhirnya menjadi kunci kelolosan Kanada ke babak 32 besar.
Meskipun pada laga terakhir babak penyisihan, Kanada kalah melawan Swiss (2-1).
Hal itu tidak berpengaruh terhadap nasib Kanada untuk tetap berhak tampil di babak fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Setelahnya, Kanada yang lolos sebaga runner-up Grup B melanjutkan kejutannya dengan menyingkirkan Afrika Selatan lewat gol telat di penghujung laga babak kedua.
Hanya saja, kenyataan pahit akhirnya dirasakan Kanada yang disingkirkan Maroko dengan skor telak 3-0 di babak 16 besar.
Perjalanan tak kalah apik juga diperlihatkan Amerika Serikat yang langsung memenangkan dua laga pembuka yakni melawan Paraguay (4-1) dan Australia (2-1).
Dua kemenangan beruntun tersebut otomatis langsung menggaransi tiket kelolosan Amerika Serikat ke fase gugur.
Satu-satunya noda yang didapatkan Amerika Serikat di fase grup ialah saat kalah dramatis melawan Turki di laga yang tidak menentukan.
Ketika lolos ke babak 32 besar dengan status juara grup, Amerika Serikat kembali tampil apik dengan menyingkirkan Bosnia (2-0) untuk mengamankan tiket lolos ke fase selanjutnya.
Penampilan gemilang Amerika Serikat akhirnya terhenti saat mereka hancur lebur alias kalah 1-4 di tangan Belgia.
Sementara itu, Meksiko menjadi satu-satunya tuan rumah yang tersingkir dengan cara lebih terhormat di tangan Inggris dengan skor 2-3.
Setelah menyapu bersih empat laga pertamanya di Piala Dunia 2026 dengan catatan kemenangan serta nirbobol, perjalanan Meksiko akhirnya terhenti di tangan Inggris yang dilatih Thomas Tuchel.
Harapan Meksiko untuk melesat lebih jauh di Piala Dunia 2026 pun akhirnya sirna, kini tim ini hanya bisa menjadi penonton di sisa turnamen.
Melihat kenyataan pahit tersebut, tak salah jika menyebut bahwa babak 16 besar selayaknya kuburan bagi impian ketiga tuan rumah Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)