Kontroversi Balogun Tak Ubah Nasib Amerika, Pelajaran Berharga Belgia untuk Donald Trump
Dwi Setiawan July 07, 2026 11:31 AM

TRIBUNNEWS.COM - Belgia seolah memberikan pelajaran paling tepat kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah berhasil menyingkirkan tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan skor telak 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).

Hasil tersebut terasa lebih bermakna karena kemenangan Belgia datang setelah laga dibayangi kontroversi yang melibatkan campur tangan Trump terhadap status penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Alih-alih membuktikan keputusan kontroversial itu mampu mengubah keadaan, Amerika justru harus mengakhiri langkahnya di hadapan publik sendiri sekaligus mengubur mimpi mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002.

Kekalahan tersebut juga memastikan ketiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sama-sama tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

"Kalau menurut saya di Piala Dunia 2026 ini, FIFA itu kurang tegas terhadap Amerika," ujar Ketua Juventini Chapter Banten, Arizqi Romadhoni, dalam Podcast Super Taktik Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah dalam tema: Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara.

Arizqi menilai keputusan tersebut berpotensi memunculkan anggapan bahwa tuan rumah memperoleh perlakuan istimewa sehingga mengikis rasa keadilan dalam sebuah turnamen sekelas Piala Dunia.

Pandangan itu kemudian seperti mendapat jawaban langsung di atas lapangan ketika Belgia menunjukkan bahwa hasil pertandingan tetap ditentukan oleh kualitas permainan, bukan oleh polemik yang mengiringinya.

Donald Trump Turun Tangan soal Balogun

Percikan kontroversi bermula saat Balogun menerima kartu merah pada laga babak 32 besar melawan Bosnia sehingga berdasarkan regulasi FIFA semestinya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Namun, hanya sehari menjelang duel kontra Belgia, FIFA secara mengejutkan mengumumkan penangguhan hukuman tersebut sehingga Balogun kembali dinyatakan dapat memperkuat Amerika Serikat.

Baca juga: Jurgen Klopp Sentil FIFA soal Dugaan Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Pemain AS

MHN Sports melaporkan bahwa keputusan itu diambil setelah Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta agar hukuman Balogun ditinjau ulang.

Trump kemudian mengakui sendiri telah berbicara langsung dengan Infantino ketika menemui wartawan sebelum pertandingan.

"Saya berbicara dengan Gianni Infantino dan seluruh rakyat Amerika ingin melihat pemain itu tampil, saya hanya meminta keputusan yang adil," kata Trump.

Pernyataan tersebut justru memicu kritik dari berbagai kalangan karena dinilai membuka ruang adanya tekanan politik terhadap keputusan yang seharusnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA.

Asosiasi Sepak Bola Belgia turut mengajukan protes resmi terkait kelayakan Balogun tampil pada hari pertandingan, tetapi keberatan tersebut langsung ditolak FIFA.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, bahkan menyindir keputusan tersebut saat konferensi pers sebelum pertandingan.

"Sepertinya 5 Juli (waktu Amerika) adalah April Mop di Piala Dunia," ujar Rudi Garcia.

Belgia Menjawab di Atas Lapangan

Alih-alih terpancing oleh polemik yang berkembang, Belgia memilih memberikan jawaban melalui performa mereka sepanjang pertandingan.

Balogun yang akhirnya dapat dimainkan bersama Christian Pulisic justru gagal memberikan dampak signifikan setelah berhasil diredam rapat oleh lini belakang Belgia.

lihat foto
Wanita asal Karanganyar mengenakan stiker Belgia di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Sebaliknya, Belgia tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor sempurna Belgia menjadi tujuh kemenangan beruntun atas Amerika Serikat dalam seluruh pertemuan kedua tim.

Lolosnya Belgia juga mengantarkan Kevin De Bruyne dan kolega menghadapi Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

AFP menilai hasil pertandingan itu menjadi jawaban paling telak atas seluruh kontroversi yang mengiringi laga sejak sebelum sepak mula.

"Pertandingan yang dibayangi kontroversi pemanggilan kembali Balogun sebelum laga berakhir dengan penampilan dominan Belgia," tulis AFP.

Pada akhirnya, Belgia menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola tidak dimenangkan lewat tekanan politik ataupun campur tangan dari luar lapangan.

Tapi sepak bola dimenangkan melalui kualitas permainan, disiplin taktik, dan efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.