Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, TANAH ABANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Warta Kota Awards 2026 untuk kategori Anugerah Program Lingkungan dan Ketahanan Kota Berkelanjutan Terbaik.
Prestasi itu diraih melalui sejumlah indikator penilaian terkait upaya Pemkot Bekasi dalam menghadirkan beragam program penataan lingkungan dan tata ruang kota agar lebih bersih, rapih, aman, dan nyaman.
Diantaranya upaya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dengan mendorong khalayak untuk melakukan pemilahan sampah antara organik dan non organik sejak dari sumbernya, yaitu di tingkat rumah tangga.
Kemudian mengupayakan daur ulang sampah untuk bisa dimanfaatkan dan menghasilkan barang yang bisa dipakai kembali.
Upaya itu juga didukung dengan hadirnya program RW Lingkungan RW Bekasi Keren (Lingkar Beken).
Lingkar Beken hadir dengan memberikan Rp 100 Juta setiap RW untuk dimanfaatkan dalam pemanfaatan sampah daur ulang melalui pemberdayaan Bank Sampah di lingkungan masing-masing.
Mengingat menghadirkan dan mengoperasikan Bank Sampah juga menjadi syarat wajib untuk mendapatkan dana hibah tersebut.
Baca juga: Pemkot Bekasi Raih Warta Kota Awards 2026, Tri Adhianto: Ini Motivasi untuk Bekerja Lebih Baik
Selain itu, setiap RW didorong untuk merancang program prioritas sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing RW.
Dimulai dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan lingkungan, hingga penguatan sarana prasarana penunjang kebersihan dan kesehatan.
Partsipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini, warga tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan.
Sehingga Lingkar Beken diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan RW yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI), Afriansyah Noor kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di Studio 1 Kompas TV, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (6/7/2026) malam.
Dalam proses penerimaan penghargaan itu, Tri ditemani Kepala Dinas Tata Ruang (Kadistaru) Kota Bekasi, Arief Maulana, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi Priadi Santoso.
Lalu PLT Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Jaya Eko Setiawan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih.
Tri mengatakan, pencapaian itu menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga komitmen dalam membangun Kota Bekasi yang berkelanjutan.
"Tentu ini bagi lebih kepada apresiasi kepada Warta Kota. Tentu ini menjadi motivasi buat saya untuk terus bekerja lebih banyak lagi, lebih baik lagi, dan juga untuk aparatur," kata Tri Adhianto usai menerima penghargaan, Senin (6/7/2026).
Tri menjelaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari sebuah pencapaian.
Justru, kata dia, apresiasi itu harus menjadi dorongan agar pemerintah terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menghadapi isu lingkungan hidup yang semakin menjadi perhatian.
"Tentu ini adalah bagian dari penghargaan yang tak pernah putus dan tentu harus terus ditingkatkan. Apalagi isu tentang lingkungan hidup tentu akan menjadi sangat sensitif," jelasnya.
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu menuturkan, penghargaan yang diterima Pemkot Bekasi bukan semata-mata menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah.
Baginya, yang lebih penting adalah proses panjang dalam menjalankan pembangunan yang kemudian mendapatkan pengakuan dari masyarakat.
"Kalau menurut saya bukan hasil dari penghargaannya, tetapi bagian dari proses kerja yang kemudian diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas," tuturnya.
Tri menyampaikan, pembangunan di Kota Bekasi selama ini mengedepankan kolaborasi seluruh unsur atau pentahelix, termasuk peran media dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah.
Penghargaan tersebut merupakan bonus dari proses kerja yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Di sisi lain, tantangan terbesar selama memimpin Kota Bekasi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kotanya sendiri.
Pembangunan fisik akan lebih mudah dilakukan ketika anggaran tersedia.
Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan hasil pembangunan tersebut dapat dirawat dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.
"Saya kira yang paling berat adalah bagaimana kita mengajak warga masyarakat membangun rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai," ungkapnya.
Sebagai informasi, media Warta Kota Kompas Gramedia Group menggelar Warta Kota Awards 2026 untuk pertama kalinya pada Senin (6/7/2026).
Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Warta Kota.
Mengusung tema "Anugerah Kinerja Unggul & Tata Kelola Layanan Publik", Warta Kota Awards 2026 memberikan apresiasi kepada kepala daerah serta pimpinan lembaga dan instansi yang dinilai berhasil menghadirkan kepemimpinan yang kuat, inovatif, serta menjalankan program-program yang berdampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi @wartakotaproduction.
General Manager Bisnis Warta Kota Network Heru Budi Kuncara, mengatakan penyelenggaraan Warta Kota Awards merupakan yang pertama kali digelar dan masih menjadi bagian dari perayaan HUT ke-27 Warta Kota.
Menurut Heru, kepala daerah maupun pejabat instansi merupakan figur publik yang memiliki peran besar dalam memajukan daerah melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kepala daerah atau pejabat instansi yang berprestasi akan melihat potensi yang ada untuk dioptimalkan, terutama dalam hal tata kelola pemerintahan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Heru, Minggu (5/7/2026).
Sebagai media regional, lanjut dia, Warta Kota Network memiliki tanggung jawab untuk mendorong sekaligus berkolaborasi agar pemerintahan dan instansi dapat berjalan secara profesional.
Sementara itu, Ketua Panitia Warta Kota Awards 2026, Andi Sopiandi, mengatakan penghargaan tersebut bertujuan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pimpinan lembaga atau instansi yang menunjukkan kinerja terbaik, inovasi, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelum malam penganugerahan, seluruh kandidat telah melewati proses penilaian yang ketat.
Fase penjurian berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026 untuk menyeleksi kepala daerah dan instansi terbaik di DKI Jakarta, Banten, serta wilayah penyangga strategis lainnya.
Proses seleksi dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas Peneliti Utama BRIN sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), Prof. Syahrir Ika, M.M., serta pengamat politik dan pakar ilmu politik serta pemerintahan daerah dari UI, Prof. Dr. Lili Romli, M.Si.
Sejumlah pejabat negara menghadiri malam penganugerahan tersebut, di antaranyaKepala Bakom RI M. Qodari, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Selain itu, para kepala daerah dari DKI Jakarta, Banten, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Karawang juga dijadwalkan hadir.
Malam penganugerahan dimeriahkan dengan penampilan tari dari Ayodya Pala serta pertunjukan stand-up comedy oleh Anggi Wahyudi.
Pada Warta Kota Awards 2026, terdapat sembilan kepala daerah yang terpilih, yakni DKI Jakarta, Banten, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Karawang.
Tidak hanya menyasar pemerintahan daerah, apresiasi juga diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai unggul dalam pelayanan dasar.
Andi memaparkan, terdapat lima kategori yang diperlombakan dalam Warta Kota Awards 2026, yaitu Kepemimpinan & Tata Kelola, Kinerja Layanan Inti, Inovasi & Transformasi Digital, Dampak Sosial & Ekonomi Berkelanjutan, serta Komunikasi Publik dan Kepercayaan Warga.
Kategori tersebut mencakup penilaian terhadap gaya kepemimpinan dan tata kelola, mutu layanan publik, inovasi dan digitalisasi, dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan, hingga transparansi dan kepercayaan publik.
Menurut Andi, memberikan penghargaan kepada kepala daerah justru berfungsi sebagai alat pengingat. Penghargaan itu menjadi pesan agar pemimpin tersebut selalu ingat untuk terus berbuat baik kepada masyarakatnya.
Penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat moral agar program-program perbaikan yang sedang berjalan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (M37)