TRIBUNBATAM.id, BATAM - Langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 resmi terhenti secara tragis di babak 16 besar, Senin (6/7/2026) malam atau Selasa pagi WIB.
Bermain di depan publik sendiri di Seattle, tim asuhan Mauricio Pochettino harus mengakui keunggulan telak Belgia dengan skor 1-4 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Pengamat sepakbola kepri, Buralimar menilai kekalahan ini sekaligus menyudahi euforia sang tuan rumah yang sempat tampil menjanjikan di fase grup kandas.
Pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika lini pertahanan AS melakukan blunder fatal dalam menyapu bola.
Charles De Ketelaere tanpa ampun langsung menyambar bola liar di depan gawang untuk membawa Belgia unggul 1-0.
AS sempat memelihara asa berkat gol balasan Malik Tillman melalui skema tendangan bebas yang berbelok arah setelah mengenai pagar hidup Belgia. Skor sempat berimbang 1-1 dan membakar semangat seisi stadion.
Namun, kegembiraan publik Seattle hanya bertahan dua menit. Charles De Ketelaere kembali mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan celah longgar di pertahanan AS, menutup babak pertama dengan keunggulan Belgia 2-1.
Baca juga: Gol Mikel Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala, Pengamat Kepri Nilai La Roja Layak Menang
Memasuki paruh kedua, AS mencoba keluar menyerang. Sial bagi tuan rumah, momentum kebangkitan mereka justru runtuh akibat kesalahan fatal penjaga gawang Matt Freese di menit ke-57. Sang kiper terlambat menyapu bola di luar kotak penalti, membuat De Ketelaere merebut bola dan memberikannya kepada Hans Vanaken yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 3-1.
Penderitaan AS semakin lengkap setelah kapten sekaligus motor serangan mereka, Christian Pulisic, terpaksa ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera. Di masa injury time, Romelu Lukaku menyempurnakan pesta gol Belgia lewat serangan balik cepat, mengubah skor menjadi 4-1 yang bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Belgia, menurutnya memang bukan tim sembarangan. Julukan The Red Devils sudah lama dikenal karena diisi pemain-pemain top. Prestasi terbaik mereka di Piala Dunia adalah saat finis peringkat tiga di Rusia 2018," ujarnya.
Waktu itu, kata dia Belgia mengalahkan Inggris 2-0 di perebutan tempat ketiga, setelah sebelumnya menyingkirkan Brasil di perempat final. Belgia juga pernah sampai semifinal di Piala Dunia 1986 dan finis di peringkat empat.
Saat ini Belgia masih masuk jajaran tim elite dunia. Per April 2026, mereka ada di peringkat 9 ranking FIFA dengan 1.756,51 poin. Belgia bahkan pernah cukup lama menduduki peringkat 1 dunia antara tahun 2018 sampai 2022.
Dengan pemain seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, ditambah bintang muda Charles De Ketelaere yang mencetak hat-trick ke gawang AS, Belgia jelas masih jadi lawan yang sangat berbahaya di Piala Dunia 2026.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )