TRIBUNSTYLE.COM - Hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah pascaperceraian kembali memanas dan menjadi sorotan tajam netizen.
Ruben Onsu bahkan mantap mengambil langkah tegas dengan menggugat hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Host program Brownis ini menempuh jalur hukum karena merasa kesulitan setiap kali ingin melepas rindu dengan kedua buah hatinya, Thalia dan Thania.
Sejak resmi berpisah pada tahun 2024 silam, hak asuh kedua putri mereka memang berada di tangan Sarwendah.
Namun, dalam perjanjian perceraian, Ruben tetap berhak menemui anak-anaknya dan wajib mengirimkan nafkah sebesar Rp200 juta per bulan.
Sayangnya, keharmonisan dalam mengasuh anak bersama (co-parenting) itu tidak bertahan lama. Ruben mulai merasakan adanya kesulitan untuk bertemu anak, yang membuatnya merasa tidak adil mengingat ia tidak pernah absen mengirimkan uang nafkah bulanan.
Merasa dikhianati oleh kesepakatan awal, Ruben akhirnya melancarkan "aksi mogok". Ia menghentikan kiriman uang nafkah sebesar Rp200 juta tersebut sebagai bentuk protes kepada Sarwendah.
Langkah tegas tersebut membuat hubungan keduanya memanas.
Perang dingin juga pecah di dunia maya, di mana keduanya saling sindir secara bergantian melalui akun media sosial masing-masing.
Dalam sebuah sesi live streaming, Sarwendah bahkan kelepasan mengucapkan kata-kata bernada kasar yang diduga kuat menjadi pelampiasan kekesalannya terhadap Ruben.
Baca juga: Ruben Onsu Tak Menampik Jordi Onsu Pegang Rahasianya, Sebut Sang Adik Sok Hebat: Saya Sakit Sekali
Dalam podcast bersama Nanda Persada, Ruben Onsu mengungkapkan bahwa sebutan bernada ejekan dari Sarwendah sudah sering ia dengar di ranah privat.
Namun, ia merasa sangat terpukul ketika hinaan itu akhirnya bocor ke ranah publik dan menjadi viral.
"Kalau lo tanya gue, gue syok sebenarnya. Tapi syoknya karena ini (muncul) di publik. Karena di belakang itu, sering dia ngatain gue gitu, sering banget," ungkap Ruben Onsu dikutip dari kanal youtube Nanda Persada, Selasa (7/7/2026).
Yang membuat hati Ruben benar-benar hancur adalah fakta bahwa hinaan tersebut,sering diucapkan di depan anak-anaknya sendiri.
Ruben menceritakan salah satu momen memilukan ketika salah satu anaknya mendengarkan langsung ayahnya direndahkan.
"Bahkan di depan anak gue juga pernah. Depan Thalia pernah. Gue cuman bisa diam, gue nggak bisa berbuat apa-apa. Gue hanya bisa bilang ya sudahlah," kenang Ruben.
Ia juga menceritakan insiden telepon yang sangat melukai hatinya. Saat itu, karena sebuah perdebatan mengenai urusan rumah, kata-kata kasar kembali terlontar hingga terdengar oleh sang anak.
"Dia marah banget sampai bilang ke Thalia, 'Thalia tahu nggak kalau Ayah itu b*** b*** b***'. Gue cuman diam dan tutup telepon. Gue nggak tahu lagi harga diri gue di mata anak gue itu kayak apa," tuturnya pilu.
Baca juga: Anak-anak Sempat Canggung Bertemu, Ruben Onsu Ungkap Rencana Besar, Ajukan Tinggal Bersama 1 Tahun
Minola Sebayang mengungkapkan bahwa istilah tersebut diduga sudah menjadi bahasa sehari-hari di lingkungan tempat tinggal S, baik di ruang tertutup maupun hingga terbawa ke ruang publik saat melakukan siaran langsung (live).
"Sesuatu yang di ruang tertutup pun sering diucapkan, 'cong-cong' tadi itu ya. Akhirnya ini juga diucapkan tanpa sadar, refleks karena sudah kebiasaan. Ini yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi," ujar Minola saat ditemui di kantornya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Mirisnya, perilaku ini diduga tidak hanya dilakukan oleh pihak keluarga, tetapi juga diikuti oleh karyawan di rumah tersebut. Hal ini membuat Ruben merasa martabatnya sebagai ayah kandung dilecehkan di mata anak-anaknya.
Menurut Minola, jejak digital dan lingkungan seperti itu sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak-anak yang masih di bawah umur. Ia menyebut anak-anak mulai merasa canggung dan malu terhadap sosok ayahnya akibat provokasi tersebut.
"Mungkin ada rasa malu kepada sang anak bahwa ayahnya 'cong'. Kalau kemudian ada keengganan bertemu, ada rasa malu, rasa canggung, ya ini pasti patut diduga karena didasari pernyataan-pernyataan yang tidak seharusnya didengar oleh anak-anak," tegasnya.
Fakta inilah yang menjadi salah satu alasan utama Ruben Onsu bersikeras menggugat hak asuh penuh. Ruben ingin mengeluarkan anak-anaknya dari lingkungan yang dianggap "tidak aman" tersebut.
Baca juga: Beban Hidup Makin Berat, Ruben Onsu Ungkap Rasa Lelah Fisik dan Batin: Cari Duit Itu Gak Gampang
Menjelang persidangan pekan depan, pihak Sarwendah dikabarkan bakal menguak rahasia besar Ruben Onsu.
Menanggapi hal itu, Minola menegaskan bahwa Ruben tidak akan membalas dengan cara yang sama.
Alih-alih mengulik masa lalu, Ruben akan fokus membuktikan pola asuh S yang dianggap tidak pantas.
"Kami tidak akan balas buka aib. Kami akan konsisten membuktikan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan anak. Misalnya, apakah baik anak dilibatkan jualan live TikTok sampai malam? Apakah benar anak dibiarkan dipangku-pangku orang yang tidak ada hubungan keluarga? Itu yang akan kami uji di persidangan," jelas Minola.
(TribunStyle.com)(Grid.ID/Ulfa Lutfia Hidayati)