Argentina vs Mesir Panggung Pertarungan Dua ‘Messiah’ Ketika Lionel Messi Diuji Mohamed Salah
Ilham Mulyawan July 07, 2026 04:47 PM

Oleh: Arsalin Aras / Pemerhati Sepakbola

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dengan gaya bermain yang padu dan disiplin, Mesir berpotensi meledakkan Argentina dengan bintang seperti Mohamed Salah serta Omar Marmoush.

Berbekal pertahanan rapat & serangan balik cepat, The Pharaohs siap mengeksploitasi celah & titik lemah mental sang juara bertahan yang terkadang rentan kehilangan fokus karena kurang disiplinnya pertahanan Argentina.

Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Landa Mamuju hingga Mamasa Selasa 7 Juli 2026, Mulai Pukul 16.00 - 18.00 WITA

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Selasa 7 Juli 2027 Kembali Terkoreksi Turun

Kesiapan Taktis Mesir, dengan pertahanan berlapis dengan strategi bertahan rapat telah terbukti menyulitkan lawan-lawan tangguh sebelumnya, seperti saat mereka berhasil menahan imbang Belgia.

Mengandalkan pengalaman di liga Afrika dan lainnya, serta transisi cepat yang mematikan, Mesir tidak membutuhkan banyak penguasaan bola untuk menciptakan ancaman.

Ancaman nyata lini serang dan kreativitas individu serta Kehadiran Mohamed Salah dan Omar Marmoush, memberi dimensi serangan yang sangat berbahaya bagi Argentina sebentar, dimana keduanya aktif menciptakan peluang serta mengirim umpan silang akurat, ditambah pola serangan yang variatif dan terukur. 

Dalam urusan memproduksi peluang di sepertiga akhir lapangan, statistik Mesir telah menciptakan 62 peluang bahkan mencatatkan angka yang lebih agresif dibandingkan Argentina.

Titik lemah Argentina berupa konsentrasi yang kerap buyar dan mental yang kadang kendor kala kebobolan awal seperti saat laga dengan Tanjung Verde lalu, akan mampu menurunkan konsentrasi Argentina menjadi titik lemah yang kerap dieksploitasi lawan.

Meskipun sangat produktif berkat Lionel Messi, kelengahan ini dapat menjadi celah emas bagi Mesir, mencuri momentum karena ketergantungan pada sosok figur.

Kelebihan utama Mesir terletak pada organisasi pertahanan yang solid dan sangat rapat serta kecepatan transisi menyerang dari Mohamed Salah serta Omar Marmoush. 

Di sisi lain, kelemahan Argentina terlihat dari rapuhnya konsentrasi lini belakang, masalah kebugaran, dan ketergantungan ekstrem pada sosok Lionel Messi ketika ditekan.

Mesir dikenal dengan pertahanan berlapis yang disiplin dan mengandalkan serangan balik mematikan. 

Mereka sangat efektif memanfaatkan ruang kosong saat lawan kehilangan fokus.

Di sepertiga akhir lapangan, Mesir sangat berbahaya dengan catatan kolektif mencapai 62 peluang, ditambah Kehadiran Mohamed Salah bukan sekadar sebagai pencetak gol, tetapi juga distributor utama dengan rekor belasan umpan silang akurat yang menyulitkan bek lawan.

Pertahanan Argentina kerap kehilangan kedisiplinan dan mudah goyah secara mental apabila kebobolan lebih dulu, hal ini terlihat jelas saat mereka dipaksa bekerja keras hingga babak tambahan waktu oleh Tanjung Verde.

Mengingat skuad asuhan Lionel Scaloni harus menjalani pertandingan selama 120 menit di babak sebelumx, kebugaran fisik menjadi titik rentan saat menghadapi transisi cepat Mesir.

Meski sangat tajam dan produktif, ketergantungan pada sosok figur Lionel Messi membuat pola serangan Argentina terkadang mudah dibaca jika pergerakan sang kapten berhasil dimatikan.

Peluang Sang Juara Bertahan 

Sebagai juara bertahan Piala Dunia, peluang Argentina membungkam Mesir pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, sangat besar berkat kedalaman skuad, dominasi lini tengah serta rekor luar biasa saat menghadapi wakil Afrika. 

Meskipun Mesir mengandalkan serangan balik cepat nan berbahaya, lini pertahanan Mesir diprediksi menjadi celah yang akan dieksploitasi oleh Albiceleste.

Secara taktik dan statistik, analisis mendalam mengenai peta kekuatan yang menjadi peluang Argentina menaklukkan Mesir didominasi penguasaan bola dan lini tengah, namun di atas kertas, Argentina diprediksi akan sangat mendominasi penguasaan bola, dengan angka yang diperkirakan menyentuh angka 68.4 persen.

Motor penggerak seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernández akan memegang kendali tempo, mereka akan menyuplai bola secara konstan kepada Lionel Messi dan Lautaro Martínez. 

Dengan skema ini, Argentina bisa membatasi ruang gerak Mesir yang mungkin akan menerapkan taktik bertahan rapat atau low-block.

Pertahanan Mesir yang rawan eksploitasi meskipun mampu mencapai babak sistem gugur, pertahanan Mesir memiliki celah dengan catatan 5.4 expected goals yang diizinkan tercipta dari lawan selama turnamen ini. 

Jika penyerang sekaliber Messi dan Thiago Almada mampu menekan area pertahanan Mesir, khususnya untuk mengeksploitasi sektor bek kiri, gol akan sangat mungkin tercipta dengan cepat.

Peluang Argentina untuk menang secara telak bukannya tanpa tantangan. Mesir tetap menjadi ancaman melalui serangan balik yang dimotori oleh Mohamed Salah dan Omar Marmoush. 

Statistik menunjukkan bahwa Mesir adalah tim yang sangat kreatif dengan torehan 62 peluang. Jika lini belakang Argentina lengah, seperti yang sempat terjadi saat melawan Cape Verde, kecepatan Salah dan Marmoush bisa menjadi bumerang bagi lini belakang yang dikawal oleh Cristian Romero.

Faktor mentalitas juara Argentina membawa catatan mengerikan yakni 8 kemenangan beruntun melawan negara-negara asal Afrika di pentas Piala Dunia, selain itu, lini serang Argentina selalu mencetak minimal 2 gol dalam 10 pertandingan Piala Dunia terakhir mereka, sebuah rekor konsistensi yang memberi tekanan psikologis berat bagi kiper Mesir, Mostafa Shobeir.

Sehingga secara keseluruhan, dengan kecerdikan taktik Lionel Scaloni dan kecemerlangan Messi, laga Argentina versus Mesir diprediksi akan sangat ketat sejak menit-menit awal.

Siapapun pemenang dari duel ini sudah ditunggu oleh Kolombia atau Swiss di babak perempat final.

Selamat menikmati Laga Tim Afrika berasa Eropa melawan Tim Amerika Latin bernuansa Eropa!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.