TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah sekolah swasta di Jawa Barat mulai merasakan dampak kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang menambah kapasitas rombongan belajar (rombel) di SMA negeri dari 36 menjadi 46 siswa.
Akibatnya, jumlah calon peserta didik yang mendaftar ke sekolah swasta menurun, bahkan sekolah swasta yang tergabung dalam program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) masih banyak yang belum memperoleh siswa.
Salah satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut adalah SMA Mahawarman Cikancung, Kabupaten Bandung. Hingga mendekati dimulainya tahun ajaran baru, sekolah itu baru menerima sekitar 20 siswa baru untuk jenjang SMA.
Kepala SMA Mahawarman Cikancung, Enceng Kurnia, mengatakan jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan penerimaan peserta didik pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Jadwal Pengumuman SPMB Jabar 2026 Tahap 2, Intip Peluang Lolos di SMA/SMK Pilihan
"Di sekolah saya kebetulan sekolahnya kecil. Jadi siswa barunya baru dapat sedikit, kurang lebih dua puluhan," kata Enceng.
Padahal, sekolah yang dipimpinnya menyediakan tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa atau sekitar 108 kursi.
Meski telah bergabung dalam program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), Enceng mengaku hingga kini belum ada satu pun calon siswa yang masuk melalui skema tersebut.
"Dari yang SSK belum ada yang masuk," ujarnya.
Menurut Enceng, kondisi itu dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kebijakan penambahan rombel di sekolah negeri yang membuat daya tampung meningkat. Selain itu, sistem pembelajaran hybrid di sejumlah sekolah juga dinilai ikut memengaruhi pilihan calon peserta didik.
"Iya, salah satunya itu. Juga yang sekolah ada hybrid. Itu berdampak sekali," katanya.
Enceng berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta yang selama ini turut berperan menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat.
"Seharusnya pemerintah lebih mendorong sekolah-sekolah swasta. Apa pun kebijakannya, sekolah swasta harus dilibatkan melalui FKSS dan selalu dikoordinasikan," ucapnya.
Enceng juga berharap program SSK benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah swasta.
"Mudah-mudahan kerja sama dengan SSK ini benar-benar memberikan manfaat. Harapan saya juga Dinas Pendidikan betul-betul membantu sekolah swasta dan melibatkan sekolah swasta dalam setiap kebijakan," katanya. (*)