PT KAI Targetkan Seluruh Palang Pintu Perlintasan Sebidang di Muara Enim Berfungsi dalam Tiga Bulan
Welly Hadinata July 07, 2026 06:39 PM

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menargetkan seluruh palang pintu perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dapat berfungsi secara optimal dalam waktu tiga bulan ke depan sebagai upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api.

Target tersebut disampaikan Direktur Portofolio PT KAI, I Gede Darmayusa, usai peresmian flyover bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Muara Enim Sumarni, Senin (6/7/2026).

I Gede mengatakan, PT KAI saat ini tengah melaksanakan pengadaan sekitar 3.000 palang pintu perlintasan kereta api di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Kabupaten Muara Enim, pihaknya menargetkan seluruh pengadaan dan pemasangan palang pintu dapat selesai dalam tiga bulan.

"Kita sudah melakukan pengadaan pintu di 3.000 titik, dan untuk di Muara Enim kita targetkan tiga bulan ke depan palang pintunya sudah berfungsi," ujar I Gede.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur perkeretaapian tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang bertujuan mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, dari sekitar 1.600 perlintasan sebidang yang menjadi perhatian PT KAI, sebanyak 172 perlintasan telah disepakati untuk ditutup karena memiliki tingkat aktivitas yang rendah.

"Sisanya bisa menggunakan flyover atau solusi lainnya. Sementara menunggu pembangunan, dilakukan penjagaan agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan," katanya.

I Gede mengungkapkan, persoalan perlintasan sebidang menjadi perhatian pemerintah dalam beberapa bulan terakhir, bahkan Presiden memberikan arahan langsung agar penanganannya segera diselesaikan.

Menurutnya, setiap penutupan perlintasan memerlukan waktu sekitar enam menit untuk jalur tunggal dan bisa mencapai 12 menit pada jalur ganda. Dengan waktu tunggu rata-rata sekitar 15 menit, kondisi tersebut dinilai mengganggu arus lalu lintas, terlebih dengan meningkatnya target angkutan batu bara.

"Jika produksi batu bara meningkat dari 50 juta ton menjadi 100 juta ton per tahun, tentu frekuensi perjalanan kereta juga bertambah sehingga waktu tunggu di perlintasan akan semakin lama apabila belum didukung pembangunan flyover," jelasnya.

PT KAI berharap pembangunan lima flyover di Kabupaten Muara Enim yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 1,5 tahun, serta penyelesaian pemasangan palang pintu dalam tiga bulan, dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pelaksanaan proyek ini berjalan lancar dan segera rampung," tutup I Gede.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.