Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bengkulu Tengah kembali berlanjut.
Saat ini proses tender pembangunan tahap II telah selesai dan tinggal memasuki tahap penandatanganan kontrak dengan pihak pelaksana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah mengatakan, setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan fisik akan segera dimulai.
"Proses tender sudah selesai. Saat ini sedang mempersiapkan kontrak dengan pemenang tender," kata Febrian saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (7/7/2026).
Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan 94 kolom, balok, serta retaining wall atau dinding penahan basement sebagai struktur utama bangunan.
Menurut Febrian, struktur tersebut menjadi bagian penting karena Masjid Agung Bengkulu Tengah dirancang memiliki dua lantai.
Baca juga: TPST Regional Bakal Dibangun di Bengkulu Tengah, Layani Pengolahan Sampah Tiga Daerah
Basement nantinya difungsikan sebagai ruang serbaguna, kantor pengelola, gudang, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara lantai utama akan digunakan sebagai ruang ibadah.
"Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Tahap kedua ini difokuskan pada penyelesaian struktur bangunan," ujarnya.
Masjid Agung Bengkulu Tengah dibangun di atas lahan seluas 47.850 meter persegi di Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi.
Pembangunan ditargetkan berlangsung secara bertahap mulai 2025 hingga 2029.
Berdasarkan perencanaan Dinas PUPR, total kebutuhan anggaran pembangunan Masjid Agung mencapai sekitar Rp 50,77 miliar.
Selain ruang shalat utama, kompleks Masjid Agung nantinya akan dilengkapi ruang manasik haji, kantor pengelola, perpustakaan, area UMKM, taman, area parkir, hingga selasar yang diharapkan dapat menunjang fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Bengkulu Tengah.