3 Hari Setelah Melihat “Gubuk” Reyot Hano, Adhan Dambea Langsung Bangunkan Rumah Semi Permanen
Tita Rumondor July 07, 2026 06:47 PM

 


TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hanya berselang tiga hari sejak melihat langsung kondisi rumah seorang wanita lanjut usia (lansia) di Kelurahan Dembe I, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea bergerak cepat.

Tanpa menunggu lama, sebuah rumah permanen mulai dibangun untuk Hano Bahu, lansia yang selama ini hidup di rumah reyot di lereng bukit Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Rumah baru dengan anggaran Rp 25 juta itu akan berdiri di lokasi yang sama. Sebab, rumah lama Hano, dirobohkan karena tak lagi layak huni. 

Sebelumnya, untuk mencapai rumah Hano, orang harus melewati lorong kecil yang sedikit menanjak.

Jalannya hanya cukup dilalui satu kendaraan bermotor.

Di ujung lorong itulah berdiri rumah sederhana berdinding anyaman bambu atau pitate dalam bahasa Gorontalo.

Atap sengnya telah dipenuhi karat. Warna putihnya berubah menjadi merah kecoklatan dimakan usia. 

Lantai rumah hanya berupa semen kasar, sementara dinding-dindingnya mulai lapuk dan sebagian harus disangga agar tidak roboh.

Bagian belakang rumah yang diduga menjadi dapur bahkan sudah lebih dulu ambruk. 

Sebuah jendela yang rusak hanya ditutup menggunakan potongan seng bekas.

Begitulah kondisi rumah Hano saat pertama kali didatangi Adhan Dambea pada Sabtu 04 Juli 2026 pagi. 

Namun bukan hanya kondisi rumah yang membuatnya prihatin.

Adhan mengaku lebih kecewa karena kepala kelurahan disebut tidak mengetahui bahwa masih ada warganya yang hidup dalam kondisi demikian.

Menurutnya, seorang lurah seharusnya mengetahui keadaan warganya, terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Baca juga: Blusukan ke Rumah Lansia Terlantar, Adhan Dambea Evakuasi Nenek 85 Tahun yang Hidup Sebatang Kara

Bahkan saat pertama kali ditemui, kata Adhan, Hano mengaku baru sempat makan pada hari sebelumnya.

"Artinya dia sudah dua hari tidak makan. Bayangkan ada warga yang kasihan sulitnya begitu tapi lurahnya tidak tahu," kata Adhan.

Atas kondisi itu, Adhan mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Lurah Dembe 1, Syamsu Qamar idji. 

Di saat yang sama, ia juga bergerak mencari bantuan agar Hano segera memiliki rumah yang layak huni.

Permintaan itu kemudian direspons oleh Baznas yang membantu pembangunan rumah semi permanen untuk Hano.

Bagi Adhan, langkah tersebut bukanlah sesuatu yang luar biasa. 

Menurutnya, itulah yang semestinya dilakukan pemerintah ketika menemukan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Ia kembali menegaskan komitmennya sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo, yakni tidak ingin ada warga yang hidup kelaparan atau terlantar.

"Dari awal saya sudah katakan bahwa saya tidak ingin mendengar ada rakyat yang tidak makan. Itu ulang-ulang saya bilang," ujarnya.

Menurut Adhan, peristiwa yang terjadi di Dembe I harus menjadi pelajaran bagi seluruh lurah di Kota Gorontalo agar lebih aktif turun ke lapangan dan mengenali kondisi warganya.

Ia mengungkapkan, setelah kejadian tersebut seluruh lurah telah dikumpulkan dan diminta melakukan pemantauan langsung terhadap warga yang hidup dalam kesulitan.

"Setelah kejadian ini kemarin saya kumpulkan lurah kan. Sekarang lurah sudah jalan memantau warganya yang kesulitan," ucap Adhan Dambea. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.