Netanyahu Telepon Trump, Israel Ketar-ketir AS Beri Jet Tempur F-35 ke Turki
Hasiolan Eko P Gultom July 07, 2026 11:38 PM

Netanyahu Telepon Trump, Israel Ketar-ketir AS Beri Jet Tempur F-35 ke Turki

 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tidak menjual pesawat tempur F-35 maupun persenjataan canggih lainnya kepada Turki.

Permintaan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Israel terhadap memburuknya hubungan dengan Ankara dan potensi perubahan keseimbangan militer di Timur Tengah.

Baca juga: Menlu Turki: Israel Lagi Cari Musuh Baru, Kami Tak Takut Berperang!

Menurut laporan Times of Israel yang mengutip televisi Channel 12, permintaan itu disampaikan Netanyahu dalam percakapan telepon dengan Trump pada Jumat lalu.

Selain menyampaikan keberatan atas rencana penjualan senjata, Netanyahu juga mengeluhkan pernyataan-pernyataan keras para pejabat Turki, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang dalam beberapa kesempatan melontarkan kritik tajam terhadap Israel.

Jet Tempur F-35 Jadi Isu Penting Jelang KTT NATO

Isu tersebut diperkirakan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Trump dan Erdogan di sela-sela KTT NATO yang berlangsung di Ankara.

Turki diketahui terus berupaya kembali bergabung dalam program pesawat tempur generasi kelima F-35 setelah sebelumnya dikeluarkan dari program tersebut akibat pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400.

Menurut seorang pejabat senior Amerika Serikat, Washington juga kemungkinan akan meminta Erdogan mengurangi retorika anti-Israel sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Netanyahu: Jangan Beri Turki F-35

Dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu secara terbuka menentang rencana tersebut.

Ia menyebut pemerintahan Erdogan sebagai rezim yang dipengaruhi oleh Ikhwanul Muslimin dan menilai Ankara tidak seharusnya memperoleh teknologi militer paling canggih milik Amerika Serikat.

"Saya rasa mereka tidak seharusnya dipasok dengan F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka," kata Netanyahu.

Menurutnya, pemberian kemampuan udara baru kepada Turki berpotensi mengganggu keseimbangan strategis di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan selama ini sangat bergantung pada keunggulan udara Israel yang didukung Amerika Serikat.

Hubungan Israel-Turki Memburuk Akibat Perang Gaza

Hubungan diplomatik Israel dan Turki terus memburuk sejak pecahnya perang di Jalur Gaza.

Presiden Erdogan berulang kali menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina dan bahkan pernah membandingkan Netanyahu dengan Adolf Hitler.

Di sisi lain, Israel menilai retorika Ankara semakin konfrontatif dan memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya pernah menjadi mitra strategis.

Netanyahu menyebut Turki sebagai negara besar, tetapi mengaku menyesalkan arah kebijakan pemerintahan Erdogan.

Ia juga menyinggung sikap Ankara terhadap Siprus, dengan mengatakan Turki masih menduduki bagian utara pulau tersebut.

Trump Sempat Beri Sinyal Positif untuk Turki

Meski mendapat penolakan dari Israel, Trump sebelumnya sempat memberi sinyal positif terhadap kemungkinan penjualan mesin jet tempur B-110 kepada Turki serta membuka peluang Ankara kembali masuk ke dalam program F-35.

Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya Washington memperbaiki hubungan dengan salah satu anggota penting NATO di kawasan.

Namun, usulan itu mendapat penolakan keras dari pemerintah Israel yang khawatir perubahan keseimbangan kekuatan udara akan memengaruhi keamanan regional.

Netanyahu: Hubungan AS-Israel Tetap Solid

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu menepis anggapan bahwa hubungan Israel dan Amerika Serikat sedang mengalami keretakan.

Ia mengakui kedua negara terkadang memiliki perbedaan pandangan, termasuk terkait pendekatan terhadap Iran, tetapi menegaskan semua perbedaan diselesaikan melalui dialog sebagai sekutu.

"Kami memang kadang-kadang memiliki perbedaan pendapat, tetapi kami mencapai solusi karena kami adalah sekutu," ujarnya.

Netanyahu menambahkan bahwa Israel tetap menghormati Amerika Serikat dan meyakini hubungan kedua negara tetap menjadi salah satu kemitraan strategis terkuat di dunia.

Soroti Iran dan Perdamaian Regional

Selain membahas Turki, Netanyahu juga kembali menegaskan sikap Israel terhadap Iran.

Ia mengatakan Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir maupun kemampuan untuk mengirimkannya.

Menurut Netanyahu, melemahnya pengaruh Iran di kawasan membuka peluang baru bagi terciptanya lebih banyak kesepakatan damai di Timur Tengah, termasuk dengan Lebanon.

Pernyataan tersebut kembali menunjukkan bahwa isu Iran, hubungan Israel-Turki, serta keseimbangan militer kawasan menjadi tiga agenda utama yang terus mewarnai dinamika politik dan keamanan Timur Tengah menjelang KTT NATO.

 

(oln/fxn/khbrn/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.