- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjatuhkan sanksi moral kepada Bupati Purwakarta Saiful Bahri Binzein atau Om Zein menyusul polemik lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad yang menuai kritik publik. Sebagai bentuk tanggung jawab, Om Zein diwajibkan merenovasi 10 rumah warga di Purwakarta menggunakan dana pribadi serta membantu menjamin pendidikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan.
Permintaan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat berdialog langsung dengan Om Zein. Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan bahwa setiap kepala daerah harus berhati-hati dalam bertindak maupun menyampaikan pernyataan kepada publik.
Menurut Dedi, seorang pejabat publik tidak lagi dipandang hanya sebagai individu, melainkan sebagai representasi jabatan yang diembannya. Karena itu, setiap ucapan, tindakan, maupun karya yang dipublikasikan akan selalu melekat pada tanggung jawab sebagai kepala daerah.
Dalam dialog tersebut, Dedi meminta Om Zein menjelaskan latar belakang lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad. Ia menanyakan apakah lagu tersebut merupakan refleksi pengalaman pribadi sebelum Om Zein menjabat sebagai bupati.
Om Zein mengakui lagu tersebut memang terinspirasi dari pengalaman hidupnya saat masih muda.
"Jadi cerita tentang diri saya, waktu mudanya nakal, sebelum jadi bupati itu nakal," ujar Om Zein, Selasa (7/7/2026).
Mendengar penjelasan tersebut, Dedi menilai persoalan utamanya bukan terletak pada pengakuan masa lalu, melainkan dampak sosial yang dapat muncul ketika pengalaman pribadi disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Menurutnya, masyarakat dapat menafsirkan sebuah pernyataan secara berbeda, terlebih jika berkaitan dengan pengalaman pribadi yang bersifat sensitif.
"Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Dedi.
Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menilai kepala daerah memiliki tanggung jawab moral agar setiap pernyataan yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau melukai pihak tertentu.
Karena itu, Dedi meminta Om Zein tidak hanya menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab melalui tindakan nyata.
Menanggapi hal tersebut, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku tidak menyadari lagu yang dibuatnya dapat memicu kontroversi.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saat membuat lagu itu saya tidak menyadari dampaknya. Ketika menjadi kontroversi, saya menyadari telah keliru," ujar Om Zein.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Om Zein mengaku telah menghapus lagu tersebut dari seluruh akun media sosial miliknya.
Ia juga menyatakan siap menjalankan sanksi moral yang diberikan Dedi Mulyadi, yakni merenovasi 10 rumah warga di Purwakarta menggunakan dana pribadi serta membantu pendidikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat.
"Saya sanggup menjalankan sanksi sosial dari gubernur," kata Om Zein.
Dedi berharap polemik tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik agar selalu menjaga ucapan, tindakan, dan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan amanah jabatan.