TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat investasi di Indonesia.
Hal itu antara lain dilakukan melalui perluasan Kawasan Industri Kendal (KIK) atau Kendal Industrial Park (KIP) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal di Jateng hingga 1.000 hektare.
Komitmen itu disampaikan Wong dalam joint press statement bersama Presiden Prabowo Subianto usai Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7).
Wong mengatakan, Singapura memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia dan akan terus menjadi mitra investasi bagi negeri ini.
“Singapura telah berinvestasi secara konsisten di Indonesia selama bertahun-tahun, dan kami akan terus melakukannya,” ujarnya.
Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia tidak hanya berupa aliran modal, tetapi juga mendorong lahirnya dunia usaha baru, pengembangan industri hilir, pembangunan infrastruktur digital, serta penciptaan lapangan kerja.
Sebagai satu contoh keberhasilan kerja sama kedua negara, Wong menyoroti perkembangan KIK yang pada tahun ini genap berusia 1 dekade.
Ia menyebut, kawasan industri itu telah mencapai kapasitas penuh, sehingga akan diperluas lagi untuk mengakomodasi masuknya investasi baru.
“Kawasan itu kini telah mencapai kapasitas penuh dan akan diperluas lagi seluas 1.000 hektare,” katanya.
Wong menuturkan, ekspansi kawasan industri itu akan menarik lebih banyak investor, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Selain itu, dia menambahkan, minat investor Singapura terhadap kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) juga tetap tinggi.
Menurutnya, kawasan itu berkembang menjadi pusat ekonomi digital yang mampu menarik berbagai perusahaan global.
Wong menyatakan, Indonesia dan Singapura juga tengah menjajaki peluang kerja sama baru di sektor teknologi maju dan ekonomi digital sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Ia menegaskan, Singapura akan terus mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui peningkatan investasi dan berbagai proyek strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
"Kemitraan ekonomi yang semakin erat akan menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing kawasan, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia dan Singapura," jelasnya. (Kontan/Lailatul Anisah)