Pelatih Belgia ungkap apa yang ia katakan kepada Folarin Balogun usai kemenangan atas AS: ‘Itu bukan salahnya’
Dewi Rahayu July 08, 2026 12:55 AM

Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, mengungkapkan bahwa Folarin Balogun mendatanginya untuk berbicara setelah keterlibatan penyerang Amerika Serikat itu menjadi sorotan dalam laga babak 16 besar Piala Dunia.

Amerika Serikat tersingkir dari turnamen setelah kalah 4-1 di Seattle. Balogun diizinkan bermain setelah larangan satu pertandingannya akibat kartu merah ditangguhkan oleh Fifa – keputusan yang muncul setelah campur tangan langsung dari Donald Trump.

Skuad asuhan Mauricio Pochettino kesulitan menampilkan permainan terbaik yang sebelumnya membawa mereka ke babak 16 besar, sementara Balogun tampil kurang menonjol meski menjadi starter, di tengah badai politik yang menyelimuti dirinya.

Pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya tampil impresif sepanjang Piala Dunia sebelum insiden kartu merahnya melawan Bosnia dan Herzegovina. Garcia mengaku terkesan karena penyerang AS Monaco tersebut tetap menyempatkan diri berbicara dengannya meski timnya telah tersingkir.

“Dia datang untuk berbicara dengan saya, dan saya sangat menghargai hal itu,” ujar Garcia tentang interaksinya dengan Balogun. “Itu bukan salahnya, dia tidak pantas disalahkan, dan itulah yang saya katakan padanya.”

Presiden Fifa, Gianni Infantino, kini menghadapi seruan untuk mundur setelah muncul dugaan adanya intervensi politik dalam penyelenggaraan Piala Dunia oleh Presiden Trump.

Kedua tokoh tersebut memang dikenal memiliki hubungan dekat menjelang turnamen, dengan Infantino sebelumnya memberikan “Penghargaan Perdamaian Fifa” kepada Trump pada bulan Desember saat pengundian Piala Dunia dilakukan.

Setelah menyingkirkan tuan rumah bersama, Belgia akan menghadapi Spanyol di perempat final yang akan berlangsung di Los Angeles pada hari Jumat mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.