·7 Juli 2026
Argentina dan Mesir akan bertemu untuk pertama kalinya dalam pertandingan Piala Dunia saat mereka bersiap menghadapi laga penting babak 16 besar pada hari Selasa di Stadion Atlanta.
Tanggal: Selasa, 7 Juli.
Kick-off: 17.00 BST.
Tempat: Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
Argentina memasuki laga babak 16 besar dengan kondisi fisik yang terkuras setelah menjalani pertandingan 120 menit yang melelahkan melawan Tanjung Verde.
Pelatih Lionel Scaloni menghadapi masalah di lini pertahanan karena bek kiri Facundo Medina diragukan tampil setelah mengalami cedera pada laga sebelumnya.
Nicolas Tagliafico diperkirakan akan mengisi posisi tersebut dan menjadi starter di sisi kiri pertahanan. Di sektor serangan, winger Nico Gonzalez juga masih diragukan karena masalah pergelangan kaki yang belum pulih sepenuhnya.
Masalah utama bagi juara bertahan dunia terletak pada kondisi sang kapten berusia 39 tahun, Lionel Messi, yang bermain penuh selama pertandingan tambahan waktu pada Jumat lalu dan kini menghadapi ujian pemulihan besar.
Selain itu, Scaloni mempertimbangkan rotasi taktis dibandingkan perubahan karena cedera, dengan kemungkinan Nahuel Molina dan Thiago Almada duduk di bangku cadangan setelah performa mereka menurun, saat Argentina berupaya menyegarkan susunan pemainnya.
Rekap Hari ke-26 Piala Dunia – Ronaldo tersingkir saat Belgia menghancurkan Amerika Serikat
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menghadapi krisis pemilihan pemain serius setelah timnya melewati laga menegangkan selama 120 menit yang berakhir dengan kemenangan adu penalti melawan Australia.
Tim berjuluk The Pharaohs itu kehilangan seluruh opsi di sisi kiri pertahanan, dengan Ahmed Fatouh dan Ahmed El Fotouh secara resmi absen akibat cedera otot dan hamstring.
Keadaan semakin sulit karena pemain cadangan Karim Hafez juga diragukan tampil setelah mengalami cedera otot pada pertandingan terakhir, memaksa adanya perombakan di lini belakang.
Bek tengah Mohamed Abdelmonem juga mengalami cedera pergelangan kaki ringan dan akan menjalani tes kebugaran terakhir sebelum laga.
Kabar baik datang dari gelandang Mohanad Lasheen yang kembali ke skuad utama setelah menjalani hukuman larangan satu pertandingan.
Mohamed Salah juga bermain penuh selama 120 menit meski sedang mengalami masalah hamstring ringan. Namun, penyerang Liverpool tersebut dipastikan tetap memimpin lini serang Mesir meskipun belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
Argentina tiba di babak 16 besar dengan performa dominan, mempertahankan rekor sempurna di fase grup dengan tiga kemenangan berturut-turut. Dengan rata-rata mencetak 2,7 gol per pertandingan dan hanya kebobolan satu gol, juara dunia bertahan ini menunjukkan keseimbangan taktis yang impresif. Namun, momentum sempurna mereka sempat terguncang di babak 32 besar setelah hampir tersingkir oleh debutan Tanjung Verde, sebelum akhirnya menang tipis 3-2 lewat perpanjangan waktu.
Mesir mencatat sejarah sebagai tim tak terkalahkan hingga mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Di bawah asuhan Hossam Hassan, The Pharaohs tampil sebagai unit pertahanan yang solid dan lolos dari fase grup dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka menunjukkan ketangguhan luar biasa di babak 32 besar melawan Australia, bangkit dari gol bunuh diri untuk meraih kemenangan adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Argentina: E. Martinez; Montiel, Romero, L. Martinez, Medina; De Paul, Fernandez, Mac Allister, Paredes; Messi, Alvarez
Mesir: Shobeir; Hany, Fathy, Ibrahim, Rabia; Ashour, Lasheen, Ateya, Ziko; Salah, Marmoush