Caketum PBNU Gus Salam Jajaki Sulawesi Tenggara, Provinsi ke-19 yang Dikunjungi Jelang Muktamar NU
Sitti Nurmalasari July 08, 2026 12:50 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menemui seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka safari menjelang Muktamar NU 2026.

Agenda silaturahmi tersebut berlangsung disalah satu hotel di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi pengurus daerah menjelang muktamar ke-35 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026.

Sulawesi Tenggara menjadi provinsi ke-19 yang disambangi Gus Salam dalam rangkaian safari tersebut. 

Sebelumnya, ia telah mengunjungi berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Baca juga: Sosok KH Muslim Ketua MUI Sulawesi Tenggara Terpilih Periode 2026-2031, Mantan Kepala Lapas Kendari

Di Pulau Sulawesi, Sultra menjadi provinsi kedua setelah Sulawesi Selatan sekitar dua pekan lalu.

Saat bertemu PCNU se-Sultra, ia didampingi Ketua PCNU Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kiai Muhammad Makmun.

Gus Salam mengatakan setiap kunjungan ke daerah, ia selalu mengawalinya dengan berkoordinasi bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanisme dan struktur organisasi di setiap daerah.

“Alhamdulillah setiap kami datang di wilayah pasti melalui PWNU. Karena kami sangat menghormati kewilayahan di daerah, maka kami ingin masuk dengan cara yang baik, dengan sopan dan terbuka,” jelas Gus Salam kepada awak media.

Baca juga: Sosok Ainun Najib, Aktivis NU di Singapura yang Diminta Jokowi untuk Bekerja di Indonesia

Ia menyampaikan dari hasil dialog bersama PCNU se-Sultra, terdapat sejumlah aspirasi.

Terutama pentingnya menjaga kekompakan organisasi, membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional, serta memperkuat integritas pengurus.

“Integritas adalah fondasi utama. Organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional hanya bisa dibangun oleh pengurus yang berintegritas,” ujarnya.

Gus Salam menyebut, apabila dipercaya memimpin PBNU, setiap usulan dari daerah akan dipertimbangkan berdasarkan integritas dan kompetensi kader yang diusulkan.

Sementara itu, Ketua PWNU Sultra, KH Muslim, mengatakan jumlah suara Sulawesi Tenggara pada Muktamar NU saat ini sebanyak 17 suara.

Baca juga: Universitas Nahdlatul Ulama Sultra Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2024, Syarat dan Biaya Pendidikan

Berkurang dari sebelumnya 18 suara, karena kepengurusan PCNU Baubau belum memiliki surat keputusan (SK) yang berlaku.

“Awalnya Sultra memiliki 18 suara, sekarang menjadi 17 karena SK PCNU Baubau belum sempat diperbarui,” ujarnya.

Menurut KH Muslim, kehadiran para calon Ketua Umum PBNU di Sultra memberi kesempatan bagi peserta muktamar untuk mengenal langsung gagasan dan visi masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.

Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta muktamar, agar tidak memilih tanpa mengenal calon. 

Dengan bertemu langsung, pengurus daerah bisa memahami visi dan program yang ditawarkan.

Baca juga: Ketum PBNU Saksikan 227 Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sultra Diwisuda Tahun Ke-II

“Semua kader yang maju itu kita berikan dukungan, persoalan nanti siapa yang terpilih itu sudah tercatat di lauhul mahfudz, tinggal ikhtiar yang bisa kita lakukan,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.