Lionel Scaloni Tak Bisa Bendung Air Mata, Messi Dinilai Jadi Kunci Comeback Dramatis Argentina
Tribun-video July 08, 2026 09:42 AM

- Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni tak kuasa menyembunyikan emosinya setelah menyaksikan timnya bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Kemenangan dramatis tersebut memastikan Lionel Messi dan kolega tetap menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia setelah sempat berada di ambang mengikuti jejak Portugal dan Brasil yang lebih dulu tersingkir.

Argentina bahkan nyaris angkat koper ketika Mesir mampu unggul dua gol sehingga jalan sang juara bertahan menuju perempat final sempat terlihat akan berakhir lebih cepat.

Namun, semangat pantang menyerah membuat La Albiceleste membalikkan keadaan pada menit-menit akhir sekaligus menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang Piala Dunia 2026.

Kebangkitan Argentina sejatinya tidak terlalu mengejutkan jika melihat kualitas skuad yang mereka miliki sejak awal turnamen.

Pengamat sepak bola Tribunnews, Gigih, sebelumnya juga menilai Argentina tetap menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar meski menjalani proses regenerasi pemain yang berjalan mulus.

"Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi," kata Gigih dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Prediksi tersebut kembali menemukan pembenarannya ketika Argentina mampu keluar dari tekanan besar hingga membuat Scaloni larut dalam emosi seusai pertandingan.

Argentina sempat dibuat frustrasi setelah kebobolan lebih dulu melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 sebelum Zico menggandakan keunggulan Mesir pada menit ke-67.

Situasi tersebut membuat peluang Argentina lolos ke perempat final semakin menipis karena mereka membutuhkan sedikitnya dua gol hanya untuk memaksakan pertandingan berlanjut.

Harapan mulai muncul ketika Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79 sebelum Lionel Messi menyamakan skor empat menit kemudian.

Momentum kebangkitan Argentina akhirnya disempurnakan Enzo Fernandez lewat gol kemenangan pada masa injury time menit ke-90+2 yang memastikan langkah mereka ke babak delapan besar.

Dikutip dari El Grafico, Scaloni membuka konferensi pers dengan mengakui sepak bola selalu menghadirkan cerita yang sulit dipahami meski timnya mendominasi jalannya pertandingan.

Menurut Scaloni, kemenangan atas Mesir layak disejajarkan dengan berbagai momen terbesar yang pernah dirasakan Argentina karena timnya berhasil bangkit saat harapan nyaris menghilang.

Scaloni juga mengingat kembali ucapan Lionel Messi saat menjuarai Piala Dunia Qatar bahwa para pemain Argentina tidak akan pernah meninggalkan rakyatnya, sehingga seluruh skuad berjuang habis-habisan demi membalas kepercayaan para pendukung.

Setelah mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan tim, Scaloni lantas menceritakan suasana ruang ganti yang penuh luapan emosi seusai peluit panjang dibunyikan.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku tidak mampu membendung air mata setelah melihat perjuangan anak asuhnya membalikkan keadaan dari situasi yang tampak mustahil.

"Saya menangis di ruang ganti dan para pemain memanggil saya 'crybaby'," ujar Scaloni sambil tertawa.

Scaloni menilai keyakinan seluruh pemain berubah setelah gol penyeimbang tercipta karena sejak saat itu mereka percaya kemenangan benar-benar bisa diraih.

"Mereka melakukannya sendiri setelah berhasil menyamakan kedudukan karena mereka yakin bisa menang, dan sepak bola bukan hanya soal taktik serta strategi, tetapi juga tentang hati," katanya.

Scaloni kemudian memberikan pujian khusus kepada Lionel Messi yang menurutnya menjadi sosok paling bertanggung jawab saat Argentina berada dalam tekanan.

Menurut Scaloni, Messi terus meminta bola tanpa henti meski timnya tertinggal sehingga mampu menularkan keberanian kepada rekan-rekannya hingga akhirnya membalikkan keadaan.

"Messi terus meminta bola tanpa henti dan melihat itu membuat saya merinding karena sulit menjelaskan dengan kata-kata bagaimana besarnya perasaan yang ia miliki terhadap tim ini," tutur Scaloni.

Argentina selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Swiss melawan Kolombia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City demi memperebutkan satu tiket menuju semifinal.



https://www.tribunnews.com/superskor/7851404/scaloni-menangis-di-ruang-ganti-usai-argentina-comeback-messi-bikin-sang-pelatih-merinding

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.