‘Turnamen Sudah Diatur’: Bintang Mesir Menuding Terjadi Ketidakadilan Jelas Usai Kekalahan dari Argentina
Aurora Nightingale July 08, 2026 10:59 AM

Penyerang Mesir, Mostafa Ziko, melontarkan kritik keras terhadap wasit setelah timnya kalah dramatis 3-2 dari juara bertahan Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA, dengan menuduh bahwa keputusan wasit tidak adil dan mengklaim bahwa “turnamen ini sudah diatur.”

Mesir sempat berada di jalur untuk mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia setelah unggul 2-0 pada menit ke-67. Namun, Argentina melakukan kebangkitan luar biasa di akhir laga, ketika Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak gol dalam rentang waktu 13 menit untuk membawa juara dunia tiga kali itu melaju ke perempat final.

Salah satu momen paling menentukan terjadi di awal babak kedua ketika Ziko berhasil membobol gawang lawan, namun gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR. Wasit memutuskan bahwa penyerang Mesir itu melakukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Meski Ziko kemudian berhasil mencetak gol, keputusan untuk menganulir gol sebelumnya terbukti menjadi titik balik penting dalam pertandingan.

Berbicara kepada media setelah peluit akhir dibunyikan, Ziko yang tampak emosional mempertanyakan kinerja wasit dan menuding hasil pertandingan telah dipengaruhi oleh keputusan mereka.

“Tidak adil, tidak adil, wasit tidak adil. Ketidakadilan, jelas dan nyata ketidakadilannya. Dia menghancurkan usaha seluruh negara. Sejak awal pertandingan, dia sudah melawan kami. Tidak boleh kami menang 2-0 atas Argentina. Turnamen ini sudah diatur. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung,” ujar Ziko dengan nada kecewa.

Penyerang Mesir itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung, menegaskan bahwa para pemain telah memberikan segalanya di lapangan.

“Kami ingin membuat mereka bahagia hari ini. Kami tidak bisa melakukannya. Tapi saya bersumpah itu di luar kendali kami. Semuanya ada di tangan wasit. Turnamen ini sudah diatur, itu sudah jelas,” tambahnya.

Mesir memulai laga dengan sempurna ketika Yasser Ibrahim menanduk bola hasil tendangan sudut Marwan Attia pada menit ke-15. Argentina segera mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan setelah Nicolas Tagliafico memenangkan penalti, tetapi kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan eksekusi Messi dari titik putih.

Shobeir terus membuat frustrasi para pemain Argentina dengan menggagalkan upaya Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez, sementara Messi juga nyaris mencetak gol melalui tendangan bebas yang membentur mistar, membuat Mesir unggul 1-0 hingga turun minum.

Mesir sempat mengira mereka menggandakan keunggulan sesaat setelah babak kedua dimulai melalui Ziko, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut. Mesir tetap menunjukkan semangat tinggi dan akhirnya mencetak gol kedua pada menit ke-67 setelah Mohamed Salah dan Haissem Hassan bekerja sama untuk memberikan umpan matang kepada Ziko yang diselesaikan dengan sempurna.

Namun, Argentina segera merespons. Romero menanduk bola hasil umpan bebas Messi pada menit ke-79 untuk memperkecil ketertinggalan, sebelum Messi menyamakan skor empat menit kemudian lewat tembakan keras yang membentur bagian bawah mistar dan sedikit mengenai tangan kiper sebelum masuk ke gawang.

Menjelang waktu tambahan, Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan tendangan rendah ke sudut bawah gawang setelah memanfaatkan bola liar di tepi kotak penalti.

Kemenangan 3-2 ini mengantarkan Argentina ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga babak 16 besar antara Swiss dan Kolombia pada 8 Juli mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.