Jakarta (ANTARA) - Coco Gauff bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Jessica Pegula dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 pada perempat final Wimbledon, Selasa (7/7), sekaligus memastikan tiket semifinal turnamen Grand Slam lapangan rumput itu untuk pertama kali dalam karirnya.

Juara Grand Slam dua kali itu membutuhkan waktu 1 jam 48 menit untuk menundukkan Pegula setelah tertinggal pada set pertama.

"Mempertimbangkan saya tidak memenangi satu pun pertandingan di lapangan rumput selama dua tahun sebelum turnamen ini, saya benar-benar senang dengan cara saya bermain hari ini," kata Gauff dikutip dari WTA, Rabu.

Petenis Amerika tersebut juga memuji kompatriotnya Pegula sebagai lawan yang tangguh.

"Jess adalah lawan sekaligus pribadi yang luar biasa. Bermain melawannya tidak pernah mudah. Saya senang bisa melewati pertandingan ini," ujar Gauff.

Kemenangan tersebut menjadikan Gauff sebagai petenis aktif ketujuh yang mampu mencapai sedikitnya semifinal di keempat turnamen Grand Slam sepanjang karirnya.

Pada semifinal, unggulan kedua itu akan menghadapi unggulan ke-10 asal Ceko, Karolina Muchova. Gauff memiliki catatan pertemuan 6-1 atas Muchova, meski laga nanti akan menjadi pertemuan pertama mereka di lapangan rumput.

Perjalanan Gauff di Wimbledon tahun ini terbilang impresif. Ia harus memainkan pertandingan tiga set dalam empat laga berturut-turut, termasuk saat bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menyingkirkan Belinda Bencic pada babak 16 besar.

Pada perempat final, Pegula sebenarnya lebih diunggulkan menjelang pertandingan berbekal catatan 13 kemenangan dan enam kekalahan di lapangan rumput dalam dua musim terakhir.

Ia juga unggul 5-3 dalam catatan pertemuan melawan Gauff dan memenangi satu-satunya duel mereka sebelumnya di lapangan rumput.

Pegula mengawali pertandingan dengan baik setelah mematahkan servis Gauff pada gim pembuka dan kembali merebut servis lawannya pada kedudukan 3-3 untuk mengamankan set pertama.

Namun, Gauff mampu mengubah jalannya pertandingan dengan memenangi tiga gim terakhir pada set kedua sebelum mempertahankan momentum pada set penentuan.

Gauff mengatakan ia bermain terlalu terburu-buru pada set pertama sebelum akhirnya menemukan ritme permainan.

"Saya menyadari tidak harus memainkan poin yang luar biasa setiap saat untuk bisa menang. Saya hanya perlu memercayai permainan saya dan percaya bahwa pukulan-pukulan saya cukup baik untuk menghadapi siapa pun di lapangan ini," ujar petenis berusia 21 tahun tersebut.

Sementara itu, Pegula mengakui menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk membalikkan keadaan meski sempat memiliki beberapa kesempatan mematahkan servis lawannya pada set kedua dan ketiga.

Menurut Pegula, Gauff mampu meningkatkan level permainannya pada paruh akhir pertandingan, sementara ia menilai ada sejumlah pola permainan yang seharusnya dijalankan dengan lebih konsisten.

"Saya mungkin terlalu banyak berpikir. Seharusnya saya lebih percaya pada strategi yang saya yakini sejak awal," ujar Pegula.

Kekalahan tersebut membuat Pegula, kini membukukan catatan tiga kemenangan dan tujuh kekalahan dalam pertandingan perempat final Grand Slam sepanjang karirnya.