TRIBUNNEWS.COM - Komite Olimpiade Internasional (IOC) tengah menjadi sorotan setelah pihaknya mengisyaratkan Rusia akan kembali lagi di Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat lengkap dengan atribut bendera nasional serta lagu kebangsaannya kembali.
Langkah ini diambil setelah IOC mencabut penangguhan Komite Olimpiade Rusia (ROC) secara sementara pada Selasa waktu setempat (7/7/2026).
Bersamaan dengan kebijakan tersebut, IOC juga memberikan arahan kepada berbagai badan olahraga internasional untuk mengakhiri program peninjauan status netral bagi atlet Rusia yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
Keputusan ini diambil mengingat fase kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles telah dimulai.
IOC menekankan adanya kebutuhan untuk menawarkan akses yang setara ke kompetisi-kompetisi ini kepada semua atlet.
Perubahan arah kebijakan ini sekaligus membuka jalan bagi Rusia untuk kembali berpartisipasi dalam olahraga beregu.
Adapun langkah IOC ini telah diantisipasi oleh sejumlah pihak mengingat dua bulan lalu saran atau kebijakan serupa telah diberikan bagi atlet asal Belarusia, sekutu Rusia dalam invasi militer ke Ukraina pada tahun 2022.
Menanggapi kontroversi ini, Presiden IOC, Kirsty Coventry, memberikan penjelasannya dalam konferensi pers daring setelah memimpin rapat dewan eksekutif pada hari Selasa waktu Amerika atau Rabu dini hari WIB (8/7/2026).
"Kami tidak ingin meminta pertanggungjawaban atlet atas tindakan pemerintah mereka," ujar Coventry.
Baca juga: Rusia Klaim Hantam Industri Pertahanan Ukraina Jelang KTT NATO, Kyiv Sebut 34 Lokasi Jadi Sasaran
Sosok yang pernah meraih dua medali emas Olimpiade untuk Zimbabwe ini menambahkan bahwa keputusan tersebut adalah langkah yang adil.
"Saya tidak akan duduk di sini jika saya harus menanggung akibatnya ketika negara saya sedang mengalami gejolak dan dikenai sanksi." pungkas Coventry.
Kendati IOC telah memberikan lampu hijau, arahan untuk mengintegrasikan kembali atlet Rusia dalam berbagai ajang internasional sifatnya tidak mengikat bagi badan pengelola olahraga masing-masing cabang.
Menanggapi putusan tersebut, Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyaryov, pun memberikan apresiasi dan menyambut hangat langkah tersebut.
Dia menyatakan bahwa kembalinya Rusia ke Olimpiade merupakan sinyal bagi federasi internasional untuk memulihkan hak-hak atlet dari negaranya.
Meski demikian, tidak semua cabang olahraga mengikuti kebijakan tersebut.
Cabang atletik, misalnya, menyatakan tidak akan mengikuti langkah IOC.
Saat dimintai tanggapan mengenai keputusan terbaru ini, World Athletics merujuk pada ketetapan mereka minggu lalu yang tetap mempertahankan larangan bagi atlet Rusia dan Belarusia untuk tampil di berbagai ajang internasional.
Begitu pula di cabang sepak bola, FIFA dan badan sepak bola Eropa, UEFA, tetap konsisten mengecualikan Rusia dari kompetisi besar seperti Piala Dunia dan Liga Champions.
Langkah ini diambil untuk menghindari kekacauan yang mungkin terjadi apabila negara lain menolak untuk bertanding melawan tim Rusia.
Dalam kesempatan yang sama, IOC turut menegaskan kembali komitmen solidaritas mereka terhadap komunitas Olimpiade Ukraina, termasuk dukungan finansial yang selama ini terus disalurkan.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Memanas, Drone Kyiv Hantam Kilang Terbesar Rusia, Ibu Kota Diserang Balik
Di jajaran olahraga tingkat atas Olimpiade, badan pengatur renang dunia, World Aquatics, sebenarnya telah mencabut pembatasan terhadap atlet Rusia sejak bulan April lalu.
Sebelumnya, ROC sempat ditangguhkan pada tahun 2023 setelah badan olahraga Rusia tersebut memasukkan dewan olahraga regional dari wilayah pendudukan di Ukraina timur ke dalam struktur mereka.
Namun, IOC menyatakan bahwa kini ROC telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan melakukan kegiatan apa pun di wilayah-wilayah tersebut.
Sebagai catatan sejarah, hanya ada 32 atlet dari Rusia dan Belarusia yang berkompetisi pada Olimpiade 2024 di Paris dengan status atlet netral yang disetujui.
Secara keseluruhan, mereka hanya mampu meraih lima medali dengan satu di antaranya adalah medali emas.
Dengan dicabutnya sanksi dari IOC ini, tim Rusia di Los Angeles berpotensi kembali dengan jumlah atlet yang lebih besar, mendekati angka 300 atlet seperti yang mereka kirimkan pada Olimpiade Tokyo 2021.
Di Olimpiade yang digelar di Jepang tersebut, Rusia berhasil membawa pulang 71 medali termasuk 20 gelar juara.
(Tribunnews.com/Bobby)