Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang, Wali Kota: Terima Kasih Pemprov Babel dan Pemerintah Pusat
suhendri July 08, 2026 11:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas terealisasinya pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

"Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah pusat yang telah memfasilitasi pembangunan SMA Negeri 5,” kata Saparudin usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026).

Menurut Saparudin, keberadaan SMAN 5 akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Gerunggang, khususnya warga Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu Indah, sehingga persoalan zonasi sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi.

"Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah pusat yang telah memfasilitasi pembangunan SMA Negeri 5. Ini memang menjadi kebutuhan masyarakat Pangkalpinang, khususnya warga Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu," kata Saparudin usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026).

Ia menyebutkan, meski pengelolaan SMA menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Babel, Pemerintah Kota Pangkalpinang tetap berkomitmen mendukung penyediaan sarana pendidikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, adalah dengan menyediakan lahan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menjadi lokasi pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang.

Saparudin menyebut kawasan tersebut sejak awal memang diperuntukkan bagi fasilitas pendidikan.

"Lahan ini merupakan aset Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dulu memang direncanakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan. Karena itu, ketika ada rencana pembangunan SMA Negeri 5, kami langsung menyiapkan dan menghibahkan lahan tersebut,” ujarnya.

Menurut Saparudin, keberadaan SMAN 5 akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Gerunggang, khususnya warga Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu Indah, sehingga persoalan zonasi SPMB yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi.

Selama ini, kata dia, lulusan SMP di Kecamatan Gerunggang umumnya harus mendaftar ke SMAN 1 atau SMAN 3 Pangkalpinang karena belum tersedia SMA negeri di wilayah tersebut. Kondisi itu kerap menjadi persoalan setiap musim penerimaan peserta didik baru.

Dengan hadirnya SMAN 5, Saparudin berharap akses pendidikan bagi masyarakat makin mudah sekaligus mendukung pemerataan layanan pendidikan di Pangkalpinang.

"Alhamdulillah, akhirnya masyarakat Tua Tunu dan Air Kepala Tujuh tidak perlu lagi menyekolahkan anak-anaknya jauh dari rumah. Kehadiran SMA Negeri 5 ini diharapkan benar-benar memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar," tuturnya.

Lebih lanjut, Saparudin berharap, SMAN 5 Pangkalpinang nantinya dapat berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik dari sisi kualitas pendidikan, prestasi akademik, maupun pembinaan karakter peserta didik.

"Kami berharap SMA Negeri 5 ini nantinya menjadi sekolah terbaik yang mampu mencetak generasi muda berkualitas, berprestasi, dan menjadi kebanggaan masyarakat Pangkalpinang," ujarnya.

Rp6,7 miliar

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang di Jalan Kutilang, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026).

Turut Hadir pada kesempatan tersebut Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Provinsi Babel Noni Hidayat Arsani, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel Saipul Bakhri, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), dan sejumlah pejabat daerah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel Saipul Bakhri mengatakan, pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang dibiayai melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp6,7 miliar.

Anggaran itu mencakup pembangunan sarana dan prasarana utama maupun fasilitas penunjang sekolah.

"Seluruhnya bersumber dari APBN dengan nilai anggaran Rp6,7 miliar. Insyaallah lengkap dengan sarana dan prasarana pokok maupun penunjang," kata Saipul.

Ia menargetkan pembangunan sekolah baru tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan atau pada November 2026.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar bagi siswa angkatan pertama SMAN 5 Pangkalpinang akan menumpang di SMAN 3 Pangkalpinang sebelum nantinya dipindahkan ke gedung baru.

Saipul juga menyebut proses pembangunan sekolah tersebut dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar agar pelaksanaannya berjalan lancar dan selesai sesuai target.

Menurut Saipul, kehadiran SMAN 5 Pangkalpinang telah dinantikan masyarakat Kecamatan Gerunggang selama empat tahun terakhir.

Selama ini, lulusan SMP di wilayah tersebut harus bersaing masuk SMAN 1 atau SMAN 3 Pangkalpinang yang jaraknya relatif lebih jauh.

"Tahun ini sudah terdaftar 108 calon peserta didik, sementara yang diterima sebanyak 53 orang. Kami berharap nantinya seluruh anak yang masih menunggu bisa mendapatkan layanan pendidikan di SMA Negeri 5," ujar Saipul.

Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani mengatakan bahwa pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat di Kelurahan Tua Tunu Indah dan Air Kepala Tujuh yang selama ini belum memiliki SMA negeri di Kecamatan Gerunggang.

Menurut Hidayat, setiap tahun persoalan zonasi dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) selalu menjadi keluhan karena lulusan SMP di wilayah tersebut harus mendaftar ke sekolah yang berada cukup jauh.

"Alhamdulillah, hari ini kita buktikan akhirnya hadir SMA Negeri 5 di Kota Pangkalpinang. Ini menjawab tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat Tua Tunu dan Air Kepala Tujuh karena di Kecamatan Gerunggang memang belum ada SMA negeri," kata Hidayat.

Pada tahap awal, lanjut dia, SMAN 5 Pangkalpinang akan memiliki empat ruang kelas dan masih akan diusulkan penambahan menjadi lima kelas agar makin banyak siswa yang dapat tertampung.

Hidayat menyebut pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

"Dengan hadirnya SMA Negeri 5, anak-anak tidak perlu lagi sekolah jauh. Saya tegaskan tidak ada anak-anak yang tidak sekolah," ujarnya. (t2)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.