1.409 Anak Banda Aceh Usia 10-21 Tahun Perokok Aktif
mufti July 08, 2026 10:23 AM

“Penyebaran kebiasaan merokok di kalangan usia muda di Banda Aceh sudah sangat luas.” WAHYUDI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menggelar pelatihan sumber daya manusia (SDM) bagi tenaga kesehatan dalam upaya berhenti merokok (UBM) di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Hotel Hermes, 6-10 Juli 2026.

Pelatihan yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi SSTP MSi, Senin (6/7/2026) tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk menekan peningkatan jumlah perokok aktif, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

Dalam sambutannya, Wahyudi mengatakan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai 70 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 7,4 persen merupakan anak-anak usia 10 hingga 18 tahun.

Kondisi tersebut juga tergambar di Kota Banda Aceh. Hasil skrining perilaku merokok yang dilakukan puskesmas di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan sebanyak 1.409 anak muda berusia 10 hingga 21 tahun tercatat aktif merokok.

Ia menilai, penyebaran kebiasaan ini di kalangan usia muda perlu menjadi perhatian bersama. “Penyebaran kebiasaan merokok di kalangan usia muda di Banda Aceh sudah sangat luas,” ungkap Wahyudi.

Dijelaskan, kebiasaan merokok berdampak langsung terhadap penurunan derajat kesehatan masyarakat karena menjadi salah satu pemicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Berdasarkan data dari 11 puskesmas di Kota Banda Aceh sepanjang 2021 hingga 2025, tercatat 468 kasus stroke dan penyakit jantung pada kelompok usia muda dan produktif, yakni rentang usia 15-19 tahun dan 20-44 tahun, yang dipicu rokok serta gaya hidup tidak sehat. "Kerugian yang ditimbulkan pun tidak main-main, mulai dari tingginya biaya pengobatan hingga hilangnya waktu produktif bagi generasi muda," ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, menghentikan kebiasaan merokok bukan perkara mudah karena adanya efek kecanduan nikotin yang kerap memicu ketidakstabilan emosi dan menyebabkan banyak perokok gagal berhenti.

Karena itu, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat melalui layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok. 

“Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama jajaran kesehatan Kota Banda Aceh demi menciptakan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari asap rokok,” pungkasnya.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Sekar Astrika Fardani SKM MEpid, dan dihadiri para kepala bidang (Kabid) di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, T Aznardi SKM selaku Master of Training (MOT) dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh, serta puluhan peserta lainnya.(rn)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.