Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Siap Tantang Lionel Messi di Perempat Final
Rivaldi Ade Musliadi July 08, 2026 10:31 AM

Drama adu penalti menegangkan mewarnai babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di BC Place Vancouver, Kanada.

Tim Nasional Swiss sukses menembus babak perempat final setelah menyingkirkan Kolombia lewat babak tos-tosan yang berakhir dengan skor 4-3, usai bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Keberhasilan ini mengantarkan Granit Xhaka dan kawan-kawan menantang raksasa Amerika Selatan, Argentina, yang dipimpin oleh sang megabintang Lionel Messi di babak delapan besar nanti.

Bagi tim asuhan Murat Yakin, ini adalah pencapaian bersejarah karena mereka berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade terakhir.

Kolombia Dominan, Swiss Unggul Penguasaan Bola

Sebelum laga dimulai, Swiss sebenarnya sempat diterpa kabar buruk. Bintang muda andalan mereka, Johan Manzambi, dipastikan absen akibat cedera lutut parah.

Kehilangan penyerang lincah tersebut membuat lini depan Swiss tampak kurang menggigit di babak pertama, sehingga membuat Kolombia lebih leluasa menekan.

Berdasarkan data statistik pertandingan resmi yang dilansir dari FIFA, Kolombia sejatinya tampil jauh lebih agresif dalam melancarkan serangan. 

Skuad berjuluk Los Cafeteros tersebut melepaskan total 15 tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran.

Bandingkan dengan Swiss yang hanya mampu memproduksi 7 tembakan dan cuma 2 yang mengarah ke gawang.

Meski kalah agresif dalam mengancam gawang, Swiss justru unggul tipis dalam mendikte jalannya permainan. 

Skuad Eropa ini mencatatkan 53 persen penguasaan bola berbanding 47 persen milik Kolombia.

Akurasi operan kedua tim juga sangat ketat, di mana Swiss mencatatkan 567 operan (88 persen akurasi) dan Kolombia menorehkan 504 operan (87 persen akurasi).

Tensi pertandingan yang tinggi juga tergambar dari jumlah pelanggaran. Swiss melakukan 23 pelanggaran dan diganjar 3 kartu kuning, sementara Kolombia melakukan 21 pelanggaran dengan 2 kartu kuning.

Kolombia juga tercatat unggul dalam perolehan tendangan sudut, yakni 7 kali berbanding 3 kali milik Swiss.

Drama Babak Tambahan dan Adu Penalti

Kebuntuan terus berlanjut hingga waktu normal usai. Memasuki babak tambahan, laga berjalan semakin seru karena kedua tim sama-sama mendapatkan peluang emas.

Kolombia nyaris memecah kebuntuan andai sundulan Jhon Lucumi tidak membentur mistar gawang Gregor Kobel.

Sebaliknya, kiper Kolombia, Camilo Vargas, juga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari sepakan pemain pengganti Swiss, Zeki Amdouni.

Karena skor kacamata tetap bertahan, pemenang harus ditentukan lewat babak adu penalti. Pada momen krusial ini, mental baja ditunjukkan oleh para penggawa Swiss.

Petaka bagi Kolombia dimulai ketika tendangan Davinson Sanchez membentur bagian bawah mistar gawang. 

Harapan mereka kian sirna setelah eksekusi Cucho Hernandez berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper impresif Swiss, Gregor Kobel.

Ruben Vargas yang maju sebagai penentu akhirnya dengan tenang memperdaya Camilo Vargas untuk mengunci kemenangan Swiss menjadi 4-3. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.