Sederet dosa lama wasit Francois Letexier ke Timnas Indonesia, kini Mesir tumbalnya, Argentina diuntungkan.
Dilansir TribunWow.com, wasit Francois Letexier kini tengah dalam sorotan tajam pecinta sepak bola dunia setelah keputusan kontroversialnya di laga Argentina kontra Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).
Siapa sangka, sosok Francois Letexier juga lah yang beri mimpi buruk Timnas Indonesia tepat 2 tahun lalu.
Saat itu, Timnas Indonesia yang tengah superior di kancah Asia bidik 1 tiket ke Olimpiade Paris 2024.
Sebelum pastikan tiket tersebut, Timnas Indonesia kelompok U23 yang saat itu dilatih oleh Shin Tae-yong harus berhadapan dengan Guinea di babak penentuan.
Bermain di Stadion Pierre Pibarot, Prancis, Kamis (9/5/2024), Timnas U23 Indonesia harus puas mengalami kekalahan tipis 1-0 atas Guinea.
Gol tunggal Guinea dicatatkan oleh eksekusi penalti Ilaix Moriba di menit ke-29.
Dalam jalannya laga, sederet keputusan kontroversial yang rugikan Timnas U23 Indonesia diambil oleh Wasit Francois Letexier.
Berikut ulasan selengkapnya:
Meski menang, Guinea tuai banyak sorotan karena dinilai banyak diuntungkan oleh wasit asal Prancis, Letexier Francois.
Satu di antara keputusan mencolok nan kontroversialnya yakni memberikan penalti kepada Guinea.
Memang, pada momen counter attack cepat itu, kapten Timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman sedikit melakukan kontak kaki kepada penyerang Guinea.
Apes bagi Timnas U-23 Indonesia, kontak kaki yang terjadi sebenarnya berada di luar kotak penalti.
Hal itu dapat diketahui dari tayangan ulang di mana kaki Witan Sulaeman pertama kali mengenai pemain Guinea.
Kaki Witan Sulaeman mengenai kaki penyerang Guinea tepat di muka garis kotak 16 bukan di dalam.
Namun, kelicikan pemain Guinea yang tersungkur di dalam kotak penalti yang membuat wasit Letexier Francois tanpa ragu menunjuk titik putih.
Video Asistance Referee (VAR) yang disangka bakal diterapkan justru tak digunakan oleh FIFA.
Lebih apesnya, wasit Letexier Francois sama sekali tak berdiskusi dengan hakim garis dalam penentuan keputusan penalti yang diberikan.
Dan pada akhirnya, gol terjadi, Ernando Ari gagal membaca penalti mantan pilar FC Barcelona, Ilaix Moriba.
Tak hanya sekali, penalti goib wasit Letexier Francois juga diberikan kepada Guinea untuk kedua kalinya.
Penalti goib kedua Guinea bermula dari tusukan penyerang Guinea bernomor punggung 12 yang melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti.
Saat itu, lini belakang Timnas U-23 Indonesia hanya menyisakan Alfeandra Dewangga.
Pemain Guinea tinggal berhadapan dengan Ernando Ari jika Alfeandra Dewangga gagal dalam melakukan pengawalan.
Melihat ada celah, pemain PSIS Semarang itu langsung melakukan sleding tackle kepada penyerang Guinea tersebut.
Dalam tayangan ulang, kaki kiri Dewangga terlihat mengenai bola yang kemudian berimbas pada terjatuhnya penyerang Guinea tersebut.
Namun, wasit tak menghiraukan dan tetap tak menggubrisnya.
Penalti tetap diberikan untuk Guinea, beruntungnya, kiper Timnas U-23 Indonesia, Ernando Ari sukses menepis bola tersebut.
Sorotan kedua terjadi ketika wasit Letexier Francois memberikan kartu kuning dua kali untuk pelatih Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong.
Kejadian itu bermula saat wasit Letexier Francois memberikan penalti kedua untuk Guinea.
Pelanggaran Alfeandra Dewangga yang dianggap menjatuhkan penyerang Guinea langsung menuai protes keras dari Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong langsung meluapkan emosinya kepada Letexier Francois yang dianggapnya memberikan keputusan berat sebelah.
Mendengar luapan emosi Shin Tae-yong, Letexier Francois langsung memberikan kartu kuning untuk pelatih asal Korsel tersebut.
Tak hanya sekali, wasit Letexier Francois langsung berikan kartu kuning kedua yang berarti kartu merah kepada STY.
STY pun diusir wasit keluar bench pada pertengahan babak kedua.
Jelang babak kedua berakhir, gelandang Timnas U-23 Indonesia, Ivar Jenner juga dirugikan oleh wasit Letexier Francois.
Kejadian bermula ketika Ivar Jenner berduel dengan pemain Guinea di sisi kanan pertahanan Timnas U-23 Indonesia.
Sikutan nampak dilakukan oleh pemain Guinea yang membuat Ivar Jenner terjatuh dan tersulut emosinya seketika.
Ivar Jenner yang tak kuasa menahan emosinya karena dilanggar keras pemain Guinea langsung melakukan doroangan.
Dengan penuh drama, pemain Guinea itu pun langsung memanfaatkannya dengan melakukan aksi teatrikal yang membuat wasit Letexier Francois memberikan kartu kuning untuk Ivar Jenner.
Kelima, sorotan terjadi ketika Pratama Arhan lupa jika laga Timnas U-23 Indonesia kontra Guinea tanpa adanya penggunaan VAR.
Kejadian itu terjadi saat wasit Letexier Francois memberikan penalti kedua kalinya untuk Guinea.
Pratama Arhan yang berada di dekat kejadian terheran-heran akan keputusan wasit Letexier Francois.
Sontak, ia pun menunjukkan gestur kebingungan hingga sempat tertangkap kamera meminta wasit untuk menengok VAR.
Tangan Pratama Arhan membentuk kotak seperti halnya wasit ketika akan memberikan checking VAR dalam sebuah laga.
Sayangnya, aksi itu tak digubris oleh wasit Letexier Francois.
Dua tahun kemudian, kontroversi lainnya disajikan wasit Letexier Francois di ajang Piala Dunia 2026 tepatnya di laga Argentina kontra Mesir.
Laga Timnas Argentina kontra Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB banjir sorotan.
Lebih lanjut, sorotan tak terlepas dari kepemimpinan kontroversial wasit asal Prancis yang pimpin laga Argentina kontra Mesir, Franocis Letexier.
Lantas, apa saja kontroversi yang dilakukan dalam laga itu?
Berikut TribunWow.com sajikan ulasan selengkapnya:
Keputusan Aneh Anulir Gol Mesir
Kontroversi pertama terjadi ketika Mesir masih unggul 1-0 atas Argentina.
Mostafa Ziko sebenarnya sempat menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Mohamed Salah dan menggulirkan bola dari jarak dekat.
Ziko bahkan melakukan selebrasi penuh emosional dengan melepas jersey karena mengira gol tersebut sah.
Namun, beberapa menit kemudian Video Assistant Referee (VAR) membatalkan gol tersebut.
VAR menilai terdapat pelanggaran dalam proses terciptanya gol sehingga wasit memutuskan gol Ziko tidak sah.
Keputusan itu langsung memicu perdebatan.
Sejumlah komentator pertandingan saat itu menilai keputusan tersebut berada di luar kewenangan VAR.
Meski demikian, berdasarkan Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB), VAR memang diperbolehkan meninjau pelanggaran yang terjadi dalam proses terciptanya gol.
Hal tersebut termasuk dugaan handball, pelanggaran, maupun offside.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Ziko akhirnya tetap berhasil mencatatkan namanya di papan skor ketika membawa Mesir unggul 2-0.
Banjir Kartu Kuning di Akhir Laga
Tak berhenti di situ, keadaan semakin memanas setelah Argentina berhasil membalikkan situasi.
Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning beruntun kepada kubu Mesir.
Kiper Mostafa Shobeir menjadi pemain pertama yang menerima kartu kuning.
Tak lama kemudian, Hamdi Fathy dan Marwan Attia juga diganjar kartu akibat melakukan pelanggaran.
Ketegangan memuncak ketika pemain-pemain Mesir menuntut hadiah penalti sebelum Argentina melancarkan serangan balik.
Protes tersebut tidak digubris wasit.
Sebaliknya, pelatih Mesir Hossam Hassan justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan protes berlebihan dari tepi lapangan.
Kapten Mesir Mohamed Salah bahkan sempat berusaha menenangkan situasi di tengah memanasnya pertandingan.
Detail Lengkap Rentetan Kartu Kuning yang Diterima Mesir
Berikut ini profil dari Francois Letexier:
Francois Letexier merupakan satu di antara wasit sepak bola yang dimiliki oleh federasi sepak bola Prancis saat ini.
Lahir di Bedee, Prancis, 23 April 1989 lalu, Letexier akrab dengan atribut wasit yang tegas, tenang dan konsisten.
Dirinya sudah masuk sebagai wasit FIFA sejak tahun 2017 silam.
Termasuk ke dalam kategori UEFA Elite atau kasta tertinggi bagi pengadil lapangan di benua Eropa.