Mobil Dinas Terlibat Lakalantas, Wali Kota Pangkalpinang Perintahkan Inspektorat Periksa Kadispaper
suhendri July 08, 2026 11:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wali Kota Pangkalpinang Saparudin memerintahkan Inspektorat Kota Pangkalpinang untuk memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Kadispaper), Samri, terkait penggunaan mobil dinas yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pangkalpinang-Mentok, Desa Neknang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, beberapa waktu lalu.

Saparudin mengatakan, proses pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui secara utuh kronologi penggunaan kendaraan dinas tersebut sebelum Pemerintah Kota Pangkalpinang mengambil langkah lebih lanjut.

"Saya sudah menugaskan inspektorat untuk memanggil kepala dinas yang bersangkutan. Kita mau tanya dan periksa dulu, ceritanya seperti apa," kata Saparudin, Selasa (7/7/2026).

Sekadar diketahui, mobil dinas milik Pemerintah Kota Pangkalpinang yang digunakan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Samri, terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Raya Pangkalpinang-Mentok, tepatnya di Desa Neknang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Kamis (2/7/2026) lalu.

Informasi yang dihimpun Bangka Pos menyebutkan, mobil jenis Honda Mobilio berwarna putih bernomor BN 1051 PZ tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Honda Supra, sekitar pukul 06.20 WIB.

Saparudin menambahkan, hasil pemeriksaan inspektorat akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menentukan bentuk sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan penggunaan kendaraan dinas.

"Nanti hasilnya kita lihat dari hasil pemanggilan inspektorat ini. Kalau disanksi itu sudah pasti disanksi, tapi kita tunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat dulu," ujarnya.

Saparudin menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa mengetahui fakta secara menyeluruh.

"Kita akan mencatat dulu seperti apa kronologis kejadiannya, kemudian baru sanksi-sanksi apa yang pas untuk kita berikan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Bakam Ipda Harun Pardamean mengatakan, mobil dinas Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut saat terlibat lakalantas dikemudikan oleh seorang pria bernama Abendi (22), warga Selindung Baru, Kota Pangkalpinang.

"Mobil melaju dari arah Mentok menuju Pangkalpinang. Saat berada di lokasi kejadian, pengemudi hendak menyalip kendaraan di depannya. Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang sepeda motor sehingga tabrakan tidak dapat dihindari," kata Harun kepada Bangka Pos, Senin (6/7/2026).

Pengendara sepeda motor tersebut diketahui bernama Angga (30), buruh harian asal Desa Tiang Tarah, Kecamatan Bakam.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka lecet dan patah tulang pada betis kiri.

Sementara itu, pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka serius.

Polisi menyebut lokasi kecelakaan berada di jalan nasional dengan kondisi jalan lurus menanjak. Saat kejadian cuaca dalam keadaan cerah.

Harun menyebutkan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara kecelakaan tersebut secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi Kepala Desa Neknang.

Tak punya pilihan

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengaku mobil dinas yang terlibat kecelakaan di Desa Neknang tersebut digunakan untuk perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan.

Samri mengatakan dirinya berada di dalam mobil dinas saat insiden terjadi.

Kendaraan tersebut dikemudikan oleh sopir dinas, sementara Samri duduk di kursi penumpang depan.

"Oh itu disenggol motor. Mobilnya tidak apa-apa, hanya bumper depan yang rusak. Sekarang sudah di bengkel, alhamdulillah aman," kata Samri kepada Bangka Pos, Senin (6/7/2026).

Samri mengungkapkan, perjalanannya ke Palembang bukan dalam rangka tugas kedinasan, melainkan karena harus segera berangkat ke ibu kota Provinsi Sumatera Selatan setelah mendapat kabar duka.

"Saya pulang karena abang saya meninggal mendadak di Palembang. Jadi saya pulang, saya tidak ada pilihan, malam itu juga harus berangkat," ujarnya.

Samri menjelaskan, saat kecelakaan terjadi, dirinya sedang tertidur sehingga tidak mengetahui secara pasti detik-detik tabrakan tersebut.

"Saya dalam mobil. Yang nyupir sopir dinas. Saya duduk di samping dan saat kejadian saya tertidur," ujarnya.

Samri menambahkan, kendaraan dinas yang mengalami kerusakan telah dimasukkan ke bengkel.

"Mobil sudah dimasukkan ke bengkel, besok diambil," ucapnya. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.