NU Klaim Teknologi Bionutrient Mampu Dongkrak Hasil Panen Padi hingga 106 Persen
Wahyu Septiana July 08, 2026 11:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Nahdlatul Ulama (NU) mengklaim penerapan teknologi bionutrient dalam program Agriculture Circular Economy Zone-Nahdlatul Ulama (ACEZ-NU) mampu mendongkrak produktivitas padi hingga lebih dari dua kali lipat.

Klaim tersebut didasarkan pada hasil panen di lahan percontohan seluas 840 meter persegi di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. 

Produksi padi disebut meningkat dari 950 kilogram pada musim tanam sebelumnya menjadi 1.965 kilogram pada panen kali ini atau naik sekitar 106,8 persen.

Panen perdana Beras NU yang digelar pada 6-7 Juli 2026 itu menjadi tahap awal pengembangan model pertanian berkelanjutan yang memadukan penerapan teknologi, pemulihan kualitas tanah, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan ekosistem pertanian.

Hasil Panen Diklaim Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU Asrul Raman mengatakan, peningkatan produksi tersebut menjadi temuan penting dari penerapan teknologi pertanian berbasis bionutrient di lahan percontohan ACEZ-NU.

“Pada musim panen sebelumnya, hasil dari lahan ini sekitar 950 kilogram. Setelah penerapan teknologi dan penggunaan bionutrient, panen kali ini mencapai 1.965 kilogram. Jadi peningkatannya lebih dari dua kali lipat,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (8/7/2026).

Selain menghasilkan panen lebih tinggi, masa tanam hingga panen juga diklaim berlangsung kurang dari tiga bulan.

Dalam penerapannya, teknologi bionutrient juga diarahkan untuk membantu memperbaiki nutrisi tanah sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai kerentanan, termasuk serangan hama.

Disiapkan Jadi Model Pertanian Berkelanjutan

Asrul menegaskan peningkatan produksi bukan menjadi satu-satunya target program ACEZ-NU.

Menurut dia, program tersebut dirancang sebagai model pengembangan pertanian yang dapat dipelajari dan direplikasi oleh kelompok tani maupun jaringan Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

“Yang ingin dibangun bukan hanya peningkatan hasil panen. Ada pengetahuan yang tumbuh, ada teknologi yang dipelajari petani, ada ekosistem yang dibangun, dan pada akhirnya kita ingin memperkuat kemandirian petani,” ujarnya.

Program ACEZ-NU melibatkan Lakpesdam PBNU, Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU, PWNU, PCNU, kelompok tani, pemerintah daerah, serta Radiance Agritech Inc. Taiwan.

Melalui model pertanian sirkular tersebut, NU berharap inovasi yang diterapkan di lahan percontohan Malingping dapat dikembangkan di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Berita Lainnya

Baca juga: Pemprov DKI Buru Rayap Besi Gondol Fasum Jakarta, Pramono: Kami Akan Tangkap Pelakunya! 

Baca juga: Rayap Besi Beraksi Lagi, Pramono Akui Jakarta Tak Bisa 100 Persen Bebas Kriminalitas

Baca juga: Update Lalu Lintas Jakarta Hari Ini: 2 Kecelakaan di Tol Japek, Contraflow Tol Dalam Kota Ditiadakan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.