Siswa-siswi Berbusana Adat Disiapkan Sambut Kunjungan Prabowo dan PM India di Yogyakarta
Yoseph Hary W July 08, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana di sekitar landasan Adisutjipto, Yogyakarta, tepatnya di pintu keluar VVIP, Monumen Pangkalan TNI AU ramai oleh kehadiran ratusan siswa-siswi jenjang SD- SMP yang tampak rapi dengan busana adat Jawa khas Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) siang.

Mereka hadir dipersiapkan menyambut kunjungan kenegaraan, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi yang diagendakan mengunjungi Taman Wisata Candi Prambanan. 

Pantauan dilokasi, para siswa mulai berdatangan sekira pukul 09.15 WIB. Mereka diantar oleh orangtua, guru yang datang mengendarai mobil maupun sepeda motor. Para siswa tampak berbaris di sepanjang jalan membawa bendera India- Indonesia. Para siswa berbaris di jalan seputar Pangkalan TNI AU maupun di Jalan Laksda Adisutjipto seputar Bandara. 

Seribu siswa

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi mengatakan, berdasarkan hasil diskusi siswa yang disiapkan untuk menyambut kedatangan Presiden dan Perdana Menteri India berjumlah 1.000 siswa dari jenjang SD-SMP.

Mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama untuk menyambut kedatangan dan kelompok kedua disiapkan untuk menyambut ketika rombongan kepala negara pulang. Menurut dia, ribuan siswa ini disiapkan berdasarkan instruksi rapat di tingkat DIY. 

"Ya, instruksinya rapat. Rapat di DIY. Rapat di tingkat provinsi, kemudian kami di kabupaten ya terus mengondisikan. Bupati timbali (memanggil) saya untuk mempersiapkan, ya sudah saya siapkan,"kata dia, di lokasi Rabu (8/7/2026) 
 
Disinggung soal insentif bagi siswa yang hadir, Mustadi tegas membantah. Menurutnya, Pemkab Sleman hanya menyediakan snack dan bendera Indonesia-India dalam proses penyambutan ini. Pihaknya juga menegaskan bahwa siswa yang diminta hadir bersifat sukarela. Tidak ada kewajiban atau paksaan.. 

"Yo ora (ya tidak) wajib, tapi pokoknya aku mung (hanya) lihat surat edaran. Bapak/Ibu Kepala Sekolah bisa mengondisikan anak-anak karena ada Pak Presiden, sambutan untuk beliau, ketatanegaraan lah gitu kan ya, begitu, untuk bisa berpartisipasi," kata dia. 

Instruksi mendadak

Terpisah, Guru SMP Negeri 3 Depok, Abdul Aziz Gumilang mengatakan, persiapan penyambutan ini dilakukan secara mendadak. Pihak sekolah menerima instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada Selasa (7/7) kemarin.

"Ini juga mendadak kemarin pagi, pagi menjelang siang kami mendapatkan instruksi untuk mengirimkan 100 anak tiap sekolah, khususnya yang jenjang SMP untuk bisa hadir di sini," ujarnya. 

Tantangan utama yang dihadapi sekolah adalah kondisi siswa yang sedang dalam masa libur sekolah bersama keluarga. Akibatnya, guru harus terus-menerus melakukan follow-up informasi melalui grup WhatsApp wali kelas agar siswa yang ditunjuk dapat bergabung.

Sebanyak 100 peserta didik dari kelas 8 dan 9 yang telah dinyatakan naik kelas dikerahkan dalam kegiatan ini, dengan didampingi oleh 4 orang guru. 

Mengingat sekolah tidak memiliki kendaraan operasional, para siswa diarahkan untuk berangkat ke lokasi dengan diantar langsung oleh orang tua mereka masing-masing.

Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat dan di tengah masa libur, antusiasme siswa tidak surut. Para siswa dengan sukarela mengenakan pakaian adat gaya Yogyakarta, sebuah kebiasaan yang rutin mereka lakukan setiap hari Kamis Pon di sekolah.

"Sifatnya sukarela, tidak ada paksaan, tapi ternyata anak-anak menyambut dengan antusias," ujarnya.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.