SRIPOKU.COM, PALI – Keluarga pemilik rumah yang hangus terbakar di Desa Tambak, Kecamatan Penukal Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengaku syok setelah mengetahui rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh menantu perempuan korban.
Ironisnya, kabar tersebut pertama kali diketahui keluarga bukan dari warga sekitar, melainkan melalui sambungan telepon dari kerabat yang berada di luar daerah.
Salah seorang kerabat korban menuturkan, saat itu ia menerima telepon dari adiknya yang berada di Pendopo dan mengabarkan bahwa rumah sang kakak terbakar.
"Adik saya yang di Pendopo menelepon, katanya 'Kak, rumah ayuk kebakaran'. Tapi saat itu kami hanya tahu ada kebakaran saja, tidak tahu kalau ternyata sengaja dibakar," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (8/7/2026).
Mendengar kabar tersebut, ia bersama anggota keluarga lainnya langsung bergegas menuju Desa Tambak.
Namun ketika tiba di lokasi, kobaran api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Yang tersisa hanya puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
"Kalau kebakarannya jam berapa tepatnya saya kurang tahu, karena saya sendiri warga Suka Damai," katanya.
Setelah berada di lokasi, keluarga justru kembali dikejutkan dengan informasi yang disampaikan warga sekitar.
Mereka menyebut rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh menantu perempuan dari pemilik rumah.
"Kata orang-orang di sini, rumah ini dibakar orang, dan yang membakar ini menantu perempuannya sendiri. Kabarnya menantunya itu tidak tinggal di sini, dia tinggal di Babat. Lalu sengaja datang ke sini, mungkin memang untuk membakar rumah ini," ungkapnya.
Hingga kini, keluarga mengaku belum mengetahui penyebab maupun persoalan yang diduga melatarbelakangi aksi tersebut.
Mereka juga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengungkap motif sebenarnya.
Sementara itu, aksi terduga pelaku sempat memancing kemarahan warga yang berdatangan ke lokasi kebakaran.
Beruntung, warga segera mengamankan perempuan tersebut ke kantor desa sehingga situasi tidak berkembang menjadi tindakan main hakim sendiri.
"Tadi katanya sudah dibawa dan diamankan di kantor desa. Kalau sudah di kantor desa berarti situasinya sudah aman," ujarnya.
Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.