MPLS SD N 157 Palembang Resmi Ditutup, Siswa Guru dan Orang Tua Kompak Tolak Bullying
Yandi Triansyah July 08, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 157 Palembang resmi ditutup pada Rabu (8/7/2026).

Acara penutupan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan menarik bagi siswa baru, mulai dari aktivitas di dalam kelas hingga tur lingkungan sekolah yang bertujuan melatih kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 Juli 2026, itu bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Kepala SD Negeri 157 Palembang, Fadhillah Aisyah, S.Pd., Gr., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru, orang tua siswa, serta peserta MPLS yang telah menyukseskan kegiatan tersebut dengan baik dan tertib.

Kepala SD Negeri 157 Palembang, Fadhillah Aisyah, S.Pd., Gr., M.M.,
Kepala SD Negeri 157 Palembang, Fadhillah Aisyah, S.Pd., Gr., M.M., (Sripoku.com/pairat)

"Yang membedakan MPLS di sekolah kami dengan sekolah lain adalah kegiatan ini dikemas semenarik mungkin. Kami tidak hanya fokus pada kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mengadakan kegiatan luar ruangan. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya saling mengenal antarteman, tetapi juga mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh," ujar Fadhillah Aisyah kepada Sripoku.com.

Dalam acara penutupan, pihak sekolah juga melakukan pemasangan seragam merah putih beserta atribut secara simbolis kepada perwakilan siswa kelas 1A hingga 1D sebagai tanda bahwa mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri 157 Palembang.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi anti-bullying yang diikuti seluruh peserta MPLS beserta orang tua yang hadir.

Deklarasi anti-bullying merupakan bentuk komitmen bersama antara siswa, orang tua, dan sekolah untuk mencegah, menolak, serta melawan segala bentuk perundungan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Seluruh siswa diminta membubuhkan cap jempol yang telah diberi tinta warna-warni pada spanduk deklarasi yang disiapkan panitia. Setelah itu, orang tua dan guru turut menandatangani spanduk tersebut sebagai simbol komitmen menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

PEMASANGAN SERAGAM SEKOLAH - Dewan guru melakukan pemasangan seragam merah putih beserta atribut secara simbolis kepada perwakilan siswa kelas 1A hingga 1D sebagai tanda bahwa mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri 157 Palembang, Rabu (8/7/2026).
PEMASANGAN SERAGAM SEKOLAH - Dewan guru melakukan pemasangan seragam merah putih beserta atribut secara simbolis kepada perwakilan siswa kelas 1A hingga 1D sebagai tanda bahwa mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri 157 Palembang, Rabu (8/7/2026). (Sripoku.com/pairat)

Selama kegiatan deklarasi, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan beserta contoh-contohnya agar mereka mampu mengenali dan menghindari perilaku tersebut.

"Kami berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman bagi anak-anak. Sebagai guru, kami menolak keras segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun siber. Terkadang, tanpa disadari, pelakunya bisa saja ada di sekitar kita. Jangan sampai hal itu terjadi," kata Fadhillah Aisyah.

Perempuan yang akrab disapa Dila itu juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Negeri 157 Palembang.

Ia berharap terjalin kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sehingga perkembangan siswa dapat dipantau bersama.

"Anak-anak ibarat bunga, sekolah adalah tanah, dan orang tua ibarat air. Agar bunga dapat tumbuh dan berkembang dengan indah serta subur, dibutuhkan air. Begitulah hubungan antara orang tua dan sekolah dalam membersamai putra-putri kita," tuturnya.

Dila menambahkan, MPLS tahun ini diikuti oleh 104 siswa baru yang terbagi ke dalam empat kelas, masing-masing berjumlah 26 siswa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.