Vape dan Rokok Sama-sama Berbahaya, Dokter Ungkap Risiko Asma hingga Radang Paru pada Anak
Muliadi Gani July 08, 2026 11:54 AM

PROHABA.CO – Lebih bahaya rokok atau vape masih menjadi perdebatan hangat di masyarakat, terutama di tengah maraknya anggapan bahwa vape merupakan alternatif “lebih aman” bagi perokok.

Namun, di balik uap dan aroma manisnya, vape tetap menyimpan potensi bahaya yang tak boleh disepelekan.

Anggapan bahwa rokok elektronik atau vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional masih banyak dipercaya masyarakat.

Asap yang lebih tipis dan aroma yang tidak terlalu menyengat sering kali membuat vape dianggap memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Namun, pandangan tersebut ditegaskan sebagai keliru oleh kalangan medis.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K), mengatakan bahwa vape tetap menghasilkan berbagai zat berbahaya yang dapat merusak sistem pernapasan, terutama pada anak-anak.

Menurutnya, penggunaan vape tidak hanya berdampak bagi pengguna aktif, tetapi juga dapat membahayakan anggota keluarga yang berada di lingkungan yang sama.

"Kalau saat ini mungkin ada anggapan vape lebih aman dari rokok biasa, itu salah sekali.

Ternyata keduanya sama-sama merusak," ujar dr. Cynthia dalam media briefing virtual, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, uap yang dihasilkan vape tetap mengandung nikotin serta berbagai senyawa kimia yang mampu mengiritasi saluran napas.

Baca juga: Benarkah Vape Lebih Aman dari Rokok Biasa? Begini Penjelasan Ahli

Meskipun kandungan logam berat pada vape disebut lebih sedikit dibandingkan rokok konvensional, kadar nikotin dalam beberapa produk justru bisa lebih tinggi.

Selain itu, proses pemanasan cairan vape menghasilkan senyawa kimia lain yang berpotensi menimbulkan peradangan pada jaringan paru-paru.

Karena itu, vape tidak dapat dikategorikan sebagai produk yang aman bagi kesehatan.

Menurut dr. Cynthia, bahaya vape tidak hanya dialami oleh orang yang menggunakannya.

dr. Cynthia juga mengingatkan bahwa bahaya vape tidak hanya berasal dari asap yang dihirup secara langsung. 

Paparan tersebut dikenal sebagai third-hand smoke atau asap tangan ketiga.

Menurut dr. Cynthia, paparan asap tangan ketiga sering kali luput dari perhatian karena tidak terlihat oleh mata.

Baca juga: Polusi dan Asap Rokok Ancam Tumbuh Kembang Anak, Berikut Penjelasan Dokter Anak

Dr. Cynthia mengatakan paparan asap rokok maupun vape dapat mengganggu mekanisme pertahanan alami saluran pernapasan.

Rambut-rambut halus pada saluran napas yang berfungsi menyaring kotoran menjadi rusak sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyebabkan infeksi.

Di sisi lain, produksi lendir pada saluran napas juga meningkat sehingga memicu penyumbatan dan memperbesar risiko gangguan pernapasan.

Akibatnya, anak yang sering terpapar memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami batuk berulang, infeksi saluran pernapasan, asma, bronkitis, hingga pneumonia.

Lebih lanjut, dr. Cynthia mengatakan bahwa dampak jangka panjang rokok konvensional telah dibuktikan melalui berbagai penelitian selama puluhan tahun.

Sementara itu, vape merupakan produk yang relatif baru sehingga efek kesehatannya dalam jangka panjang masih terus diteliti.

Meski demikian, bukan berarti vape dapat dianggap aman.

"Tapi kalau vape, karena masih baru beredar, kita belum tahu apakah nanti di kemudian hari juga akan menunjukkan dampak yang serupa.

Bisa saja, bukan berarti lebih aman," katanya.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk tidak merokok maupun menggunakan vape di dalam rumah atau di sekitar anak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan zat berbahaya yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan paru sejak usia dini.

Menurut dr. Cynthia, mengurangi paparan asap rokok dan vape merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah gangguan pernapasan yang dapat berdampak hingga anak dewasa.

Baca juga: Berbeda Jenis Rokok, Beda Pula Letak Kankernya, Ini Kata Dokter

Baca juga: Bahaya Vape dan Kaitannya dengan Kanker Paru-Paru, Berikut Penjelasan Ahli

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Elak Aceh Utara, Dua Pengendara Motor Tewas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.