Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis 2026 sukses dihelat Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Trenggalek.
Turnamen yang dipusatkan di GOR Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, ini berhasil melombakan semua kelompok umur, yaitu mulai dari kelas usia dini hingga kategori remaja 17 tahun.
Baca juga: Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Siap Digelar 18 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu Lawan VOC
Ketua Pengkab PBSI Trenggalek, Rahmanu Arik Bhahtiyar mengungkapkan, ajang tahunan ini digelar sebagai langkah konkret untuk mempersiapkan para atlet lokal menyongsong Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 mendatang.
"Motivasinya, Trenggalek butuh nama di gelaran Porprov 2027. Jadi, ini kita persiapkan untuk menyambut Kejurprov dan kita persiapkan atlet-atlet kita," ujar Rahmanu Arik Bhahtiyar dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Arik mengakui, kendati dihadapkan pada keterbatasan anggaran, tingginya animo masyarakat terhadap olahraga tepok bulu ini menjadi pelecut semangat bagi pengurus untuk konsisten menggulirkan kompetisi.
"Karena inilah kita tetap mengadakan setiap tahun. Alhamdulillah banyak teman yang suka dan mendukung kegiatan ini," jelasnya.
Ia menegaskan, proses pembinaan atlet bulu tangkis berprestasi tidak dapat dilakukan secara instan.
Melalui program 22 kelompok umur yang dipertandingkan, Arik berharap, jam terbang para atlet muda Trenggalek terus bertambah seiring banyaknya intensitas bertanding.
Langkah berani Pengkab PBSI Trenggalek dalam menyelenggarakan kejuaraan menyeluruh di tengah keterbatasan fiskal ini menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Pujian pertama datang dari Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, saat menghadiri prosesi penutupan kejuaraan.
"Kami sangat mengapresiasi turnamen ini. Karena di tengah keterbatasan fiskal, salah satu cabor (cabang olahraga) yang cukup banyak menciptakan atlet ini masih bisa membuat kegiatan seperti ini," ungkap pria yang akrab disapa Mas Syah tersebut.
Mas Syah berharap kompetisi ini membawa dampak positif jangka panjang bagi iklim olahraga di Bumi Menak Sopal.
Serta mampu melahirkan bibit potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi.
"Semoga ke depan bisa membawa manfaat yang lebih besar untuk Kabupaten Trenggalek. Kemudian menghasilkan bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama Trenggalek juga," imbuhnya.
Senada dengan Wakil Bupati, Wakil Ketua Umum KONI Trenggalek, Adit Suparno, turut menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi pengurus PBSI Trenggalek yang sukses mengawal regenerasi atlet.
"KONI merasa terima kasih dan merasa bangga terkait Kejurkab tahun 2026 yang dilaksanakan pengurus Pengkab PBSI Trenggalek," ulas Adit Suparna.
Mantan perwira menengah Polres Trenggalek tersebut menilai ada kemajuan signifikan dalam pelaksanaan Kejurkab tahun ini karena seluruh jenjang usia diakomodasi dengan baik.
"Ada kemajuan, di antaranya di semua usia, mulai usia dini hingga usia 17 tahun dimainkan semua," tambahnya.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Langkah PBSI Trenggalek yang membuka ruang penuh bagi seluruh kelompok umur diharapkan menjadi angin segar bagi prestasi olahraga daerah.
KONI Trenggalek selaku induk organisasi olahraga pun menaruh harapan besar agar cabang olahraga bulu tangkis mampu berbicara banyak di level provinsi.
Adit Suparno memuji bagaimana PBSI mampu mengelola dinamika internal organisasi secara efektif, sehingga turnamen berskala kabupaten dapat berjalan dengan format yang sangat matang.
"Perkembangannya luar biasa. Meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada, mereka mampu menggelar kejuaraan yang komplet," sanjungnya.
KONI Trenggalek memasang target realistis namun menantang bagi skuad bulu tangkis Trenggalek pada ajang Porprov Jatim 2027 nanti.
"Harapan KONI pada dasarnya dalam Porprov 2027 nanti, Trenggalek bisa bicara. Minimal kalau bisa masuk empat besar, meskipun itu sulit karena di bulu tangkis itu harus mengalahkan yang di atas kita," pungkasnya.
Sebagai informasi, sesuai data panitia, tercatat ada sebanyak 22 kelompok pertandingan yang diikuti oleh 198 peserta dari 14 klub pembinaan di seluruh Kabupaten Trenggalek.
Masing-masing kelompok bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara 1, 2, dan 3 dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Minggu (5/7/2026) hingga Selasa (7/7/2026).