Artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan gambir untuk membantu proses penyembuhan luka bakar. Semoga bermanfaat.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Ada beberapa tanaman yang digunakan untuk mengobati luka bakar. Salah satunya adalah gambir.
Artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan gambir untuk membantu proses penyembuhan luka bakar. Semoga bermanfaat.
Gambir (Uncaria rhynchophylla) adalah tanaman asli Asia Tenggara. Ia tumbuh subur di Pulau Sumatera dan dibudidayakan di banyak wilayah di Indonesia.
Pada masanya, gambir adalah komoditas yang diburu banyak pedagang rempah-rempah.
Gambir termasuk genus tumbuhan yang masuk suku rubiaceae. Di Indonesia gambir digunakan untuk menyirih pada umumnya. Tapi ada kegunaan yang lebih penting lainnya: sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna.
Gambir mengandung zat katekin (catechin) yang bersifat antioksidan. Jadi dia baik untuk kesehatan.
Asal-usul gambir diperkirakan dari Sumatera dan Kalimantan, di mana jenis-jenis liarnya didapati tumbuh di alam. menurut laporan Rumphius, tumbuhan ini telah ditanam orang di Maluku pada pertengahan abad ke-18, tetapi sumber lain meyakini bahwa perdagangannya di kawasan Malaya telah berlangsung sejak abad ke-17.
Selain dibudidayakan, gambir liar banyak tumbuh di hutan sekunder. Tumbuhan ini tidak tumbuh di wilayah yang kering, tetapi juga tidak tahan dengan penggenangan. Yang paling ideal, gambir nyaman di ketinggian 200 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.
Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, iklim yang cocok untuk budidaya gambir adalah iklim tipe B2. Gambir berproduksi dengan baik pada jenis tanah podsolik merah kuning sampai merah kecoklatan. Ketinggian tempat yang sesuai antara 100–500 m dpl dengan curah hujan sekitar 3.000 – 3.353 mm per tahun.
Sekitar 90 persen produk gambir dihasilkan dari Pulau Sumatera. Tujuan ekspor kebanyakan ke India dan Singapura.
Sebagaimana disebut di awal, kegunaan utama gambir adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal masyarakat kepulauan Nusantara, dari Sumatera hingga Papua sejak paling tidak 2.500 tahun yang lalu.
Gambir disebut bisa merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses pencernaan di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit—termasuk luka bakar.
Gambir digunakan pula sebagai bahan penyamak kulit dan bahan pewarna tekstil. Sifat astringen gambir ditemukan pula pada kayu Acacia catechu (Leguminosae), yang bisa ditemukan di India dan Semenanjung Malaya.
Kandungan tumbuhan anggota Uncaria, termasuk gambir, adalah flavonoid (terutama gambiriin), katekin (sampai 51%), zat penyamak (22-50%), serta sejumlah alkaloid (seperti gambirtannin) dan turunan dihidro- dan okso-nya.
Pemakaian utamanya sebagai astringensia. Juga mengandung katekin (catechin, cyanidol-3) yang digunakan sebagai anti-histamin yang bisa digunakan dengan anti-alergi. Bisa digunakan sebagai hepatitis dan luka pada hati.
Seperti disebut di awal, gambir bisa digunakan sebagai obat luka bakar terutama karena sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang terkandung di dalamnya. Dua kandungan itu disebut bisa membantu dalam penyembuhan luka.
Menurut penelitian “Pengaruh Gambir Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Mencit Putih” oleh Nelsy Sucidayana Sumosa dan Resti Rahayu, gambir memiliki beberapa kandungan zat bioaktif yang dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka bakar.
Tanaman ini mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang dapat membantu dalam proses penyembuhan luka bakar. Flavonoid dan tanin yang ada dalam gambir memiliki sifat antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan pada jaringan kulit akibat luka bakar.
Tak hanya itu, gambir juga mengandung catechin yang memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Zat alami yang disebut di atas itu disebut bisa membantu dalam penyembuhan luka bakar dan luka disertai peradangan.
Untuk membantu menyembuhkan luka bakar, pertama-tama kita haluskan daun gambir, lalu oleskan pada luka, dan biarkan hingga mengering. Seperti dikutip dari Inovasi Teknologi Pengolahan Gambir oleh Amos Lukas, gambir merupakan tumbuhan yang kerap kali digunakan sebagai obat luar untuk menyembuhkan luka bakar.
Adapun cara memanfaatkan gambir sebagai obat luka bakar adalah dengan menghaluskan daun gambir, lalu oleskan pada luka, dan biarkan hingga mengering. Cara lainnya, yaitu:
Jika ingin hasilnya lebih maksimal, lakukan pengobatan secara rutin hingga luka bakar benar-benar sembuh. Begitulah bagaimana cara memanfaatkan gambir untuk membantu proses penyembuhan luka bakar. Semoga bermanfaat.