Lahan Bambu Seluas 1.500 Meter Persegi di Trenggalek Terbakar 
Rendy Nicko July 08, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kebakaran lahan bambu melanda kawasan di bawah Jembatan Gedangan, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Selasa (7/7/2026) malam.

Lahan seluas 1.500 meter persegi hangus terbakar. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tersebut.

Kebakaran ini sempat membuat warga sekitar waswas karena terjadi di malam hari.

Baca juga: Hari Giling ke-52, PG Ngadiredjo Kediri Tembus 3 Juta Kuintal Tebu

"Kebakaran terjadi pada malam hari dengan cakupan area yang terbakar kurang lebih sepanjang 50 meter dan lebar 30 meter," kata Triadi saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Diduga Akibat Puntung Rokok Pemancing

Berdasarkan hasil asesmen awal personel di lapangan, sumber api diduga berasal dari aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Lokasi di bawah jembatan tersebut disinyalir sering digunakan untuk memancing.

"Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pemancing saat beraktivitas di sekitar lokasi," lanjutnya.

Kondisi cuaca yang kering serta banyaknya material mudah terbakar di lokasi membuat api berkobar dengan cepat.

Daun-daun bambu kering yang menumpuk menjadi bahan bakar yang membuat area kebakaran meluas dalam waktu singkat.

"Kondisi cuaca yang kering serta banyaknya daun dan rumpun bambu yang mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api," jelasnya.

Respons Cepat Petugas Gabungan

Mendapat laporan dari masyarakat yang melihat kobaran api, petugas langsung bergerak cepat ke lokasi. 

Personel gabungan dari BPBD Kabupaten Trenggalek Pos Panggul bersama Damkar Pos Panggul dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Baca juga: Rumah Makan Padang Botoran Tulungagung Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik 

Triadi memastikan, berkat respons cepat dan kerja sama yang baik dari personel gabungan, proses pemadaman berhasil dilakukan dengan cepat sehingga api tidak meluas ke pemukiman warga.

"Proses pemadaman berhasil dilakukan sehingga api dapat dikendalikan dan dipastikan padam. 

Triadi menerangkan usai padam, petugas melakukan pendinginan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.

Berkaca dari kejadian ini, BPBD Trenggalek mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada. Terlebih saat memasuki musim kemarau di mana vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan ceroboh yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).

Beliau mengimbau untuk menghindar Hindari membuang puntung rokok sembarangan, menyalakan api tanpa pengawasan, maupun tindakan lain yang dapat memicu kebakaran," tegas Triadi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di area yang memiliki vegetasi kering.

Ia juga meminta warga untuk segera melapor jika melihat ada titik api di wilayahnya agar bisa segera ditangani sebelum membesar.

"Apabila melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas atau pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan," pungkasnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.