Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Miliki 2 KK, 1 di Malang
Adrianus Adhi July 08, 2026 03:49 PM

SURYA.co.id, Bangkalan - Kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), warga Gang Flamboyan 18 Perumda Bangkalan hingga hari ke-14 belum terungkap, Rabu (8/7/2026).

Kuasa Hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengungkapkan, identitas pelaku sudah jelas bahkan dari pihak Jatanras Polda Jatim telah membuat sayembara untuk melacak keberadaan seorang pelaku yang bernama Erlanda.

Nama sosok pria terduga pelaku yang diunggah Risang di linimasa media sosial Facebook (FB)-nya.

"Foto yang saya tampilkan di FB saya itu berasal dari KTP-nya. Kalau yang sekarang kan sudah agak tua, Kalau ada yang melihat atau menunjukkan KTP itu di penginapan atau hotel, ya itu pelaku pembunuhannya," ungkap Risang kepada SURYA.co.id pada Rabu (8/7/2026).

Dalam postingan di akun FB-nya pada Selasa (7/7/2026) malam, Risang mengunggah sebuah foto KTP dengan narasi pembuka, 'terduga PELAKU PEMBUNUHAN (foto yang ada di KTP)'.

Nama; Erlan, lahir; Pare-pare, 2 Maret 1972, alamat; Komp Kowilhan 3 Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, pekerjaan; wiraswasta, status; duda cerai, NIK . Sebagai penutup, Risang menambahkan beberapa tagar , @sorotan; #kowilhan, #makassar, #bangkalan, #poldajatim.

"Foto KTP-nya agak beda, tidak pakai kacamata dan masih agak muda," beber Risang. 

Pernyataan Risang itu membandingkan foto KTP dengan video kolase foto-foto kebersamaan almarhumah Ruly dengan terduga E saat di Alun-alun Kota Batu, Kabupaten Malang pada Jumat (19/6/2026) siang.

Video dari akun TikTok korban itu beredar luas mulai Minggu (28/6/2026) sore.  

Almarhumah Ruly meninggalkan rumahnya di Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Kamis (18/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Akses Suramadu Bangkalan, Sopir Bus Diduga Kelelahan

Melalui sambungan video call dan share lokasi kepada keluarganya, almarhumah berada di sebuah toko buah di Pujon, Malang, Jumat (19/6/2026) malam.

Keesokan harinya, Sabtu (20/6/2026) siang, ponsel korban Ruly sudah tidak aktif. Mobil dinasnya terekam CCTV loket parkir Bandara Internasional Juanda pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Lima hari berselang, Rabu (24/6/2026), jasad Ruly ditemukan membusuk dalam mobil dinas plat merah.

Foto hasil tangkapan layar rekaman CCTV di area Bandara Internasional Juanda beredar dengan sosok pria mengenakan masker warna putih, mengenakan kaca mata minus, rambut rapi tepi kanan-kiri, memakai kaos warna biru dengan garis tipis warna merah-putih melintang di bagian dada.

Ciri-ciri pria tersebut identik dengan sosok pria berkacamata minus dengan kaos serupa dalam video kolase foto-foto kebersamaan Ruly bersama terduga E yang beredar pada Minggu (28/6/2026) sore.

"Belum ada perkembangan atas ungkap kasus ini, cuma saya dapat alamat dan identitas pelaku, NIK KTP yang saya unggah di FB," terang Risang.

Risang menegaskan, terduga pelaku Erlan itu mempunyai satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) namun mempunyai dua Kartu Keluarga (KK); di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dan di Komplek Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III Kota Makassar.

"Jadi dia (Erlan) itu punya 1 NIK tapi 2 KK; di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dan di Komplek Kowilhan III Kota Makassar. Alamat dia di kowilhan itu, siapa dia kok punya tempat tinggal di wilayah pertahanan?" tegas Risang.

Baca juga: Desak Polisi Ungkap Penyebab Kematian Ruly Pejabat Bangkalan, Risang: Bukti Cocok, Kok Sesulit Ini?

"Pelaku ini identitasnya sudah jelas, dari pihak kepolisian Jatanras Polda Jatim  membuat sayembara juga. Apa sebegitu kewalahan pihak kepolisian sampai ada sayembara begitu untuk melacak seorang pelaku Erlan? Kasus pembunuhan ini kejahatan berat, penghilangan nyawa," papar Risang.

Diduga Korban Love Scamming

Selain dikenal sebagai sosok cekatan dan bertanggung jawab dalam urusan pekerjaan kedinasan, almarhumah Ruly dalam kesehariannya juga dikenal gemar memakai perhiasan emas seperti kalung, gelang, hingga anting. 

Bahkan saat mencuci piring pun, Risang menyebut perhiasan emas masih melekat di kedua jemari almarhumah. 

Dalam perkara kematian Ruly ini, Risang menyatakan perkenalan Ruly dengan sosok pria E sebagai terduga kuat pelaku pembunuhan terbilang baru seumur jagung meski sudah relatif lama melalui chatting di media sosial. 

"Namanya modus Love Scamming, pelan-pelan, perkenalan melalui media sosial, kemudian lanjut dan lanjut. Pelaku tertarik karena korban suka posting dengan perhiasan dan hartanya," terang Risang. 

Baca juga: Identitas Pria Berkacamata di Kasus Kematian Ruly Pejabat Bangkalan Terkuak Berkat Sandal Hotel

Ia memastikan, saat dilakukan evakuasi terhadap jasad Ruly dari dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda hingga sebelum dilakukan tindakan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, perhiasan yang melekat di tubuh almarhumah menyisakan anting di telinga kanan dan cincin di jari manis jemari tangan kiri.

"Informasi yang berkembang juga banyak yang jadi korban penipuan dengan modus Love Scamming. Jadi di situlah pelaku memancing korban dengan cara perkenalan, bujuk rayu," ujar Risang. 

Dalam berkas hasil autopsi bertuliskan, 'pemeriksaan luar' yang diterima Tribun Madura dari Kuasa Hukum keluarga almarhumah, Risang Bima Wijaya menyebutkan, ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.