TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Jambi bergerak cepat menerjunkan tim untuk memverifikasi dan mendata sejumlah titik longsor yang melanda beberapa desa, Rabu (8/7/2026).
Musibah tanah longsor tersebut kini terpantau melanda empat titik berbeda, yakni di Desa Pasar Terusan, Desa Malapari, Desa Napal Sisik, dan kawasan Sungai Rengas.
Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, dampak abrasi sungai ini telah mengancam pemukiman warga. Bahkan, tercatat satu unit rumah di Desa Pasar Terusan kini dalam kondisi kritis akibat bagian dapurnya yang nyaris ambruk tergerus longsor.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI dilaporkan juga sudah turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi di area bencana.
Sebagai langkah awal, pihak BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari pun bergerak taktis menyalurkan bantuan darurat logistik bagi warga yang terdampak langsung guna meringankan beban di masa tanggap darurat ini.
Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin menjelaskan jajarannya langsung dikerahkan ke titik-titik bencana begitu menerima laporan dari pihak desa demi memastikan langkah penanganan yang tepat.
"Terkait dengan kejadian longsor yang ada di beberapa desa, kami dari BPBD kemarin langsung melakukan verifikasi ke lapangan guna mendata sebagai bahan laporan yang akan kita tindak lanjuti," katanya.
Baca juga: Bansos BLT Dana Desa Rp300 Ribu, Buruan Cek Syarat dan Cara Cek Penerima
Baca juga: Bahrain Siaga, Kuwait Cegat Rudal saat AS Gempur Puluhan Target di Iran
Ia memaparkan secara rinci bahwa persebaran titik longsor tersebut tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa desa sepanjang aliran sungai, dengan tim teknis yang masih bersiaga melakukan pemetaan susulan.
"Selain dari Pasar Terusan, ada dua titik lagi yaitu satu di Desa Malapari dan satu di Desa Napal Sisik. Ada juga informasi yang baru kami dapat ini di Sungai Rengas, kebetulan kawan-kawan dari BPBD saat ini lagi verifikasi ke lapangan untuk melakukan pendataan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan musibah ini, meski beberapa infrastruktur rumah tinggal mulai mengalami kerusakan sarana pendukung.
"Alhamdulillah kemarin kalau untuk korban memang tidak ada. Tapi untuk rumah warga itu ada yang terancam karena dapurnya sudah hampir tergantung," sebutnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan kondisi riil jarak longsoran dengan wilayah pemukiman di masing-masing lokasi, di mana tingkat kerawanan tertinggi berada di Desa Pasar Terusan.
"Untuk titik longsor itu satu rumah di Desa Pasar Terusan. Kalau yang di Malapari itu jaraknya ke rumah warga masih sekira 5 meteran, dan yang di Napal Sisik itu posisinya jauh dari pemukiman," tambahnya.
Pihaknya juga bersinergi dengan instansi terkait telah mendistribusikan paket bantuan darurat kepada keluarga yang rumahnya terancam abrasi.
"Kami dari BPBD dan juga Dinas Sosial kemarin sudah memberikan langsung bantuan kepada masyarakat korban yang posisi rumahnya hampir tergerus oleh longsor," tutupnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Promo Alfamart Jambi Periode 8 Juli 2026, Beli 2 Gratis 1 untuk Berbagai Produk Favorit
Baca juga: Link Azka Fadhillah Trending di TikTok dengan Caption Coolmax, Waspadai Link Mencurigakan