Menjelajahi Pesona Pulau Legundi sebagai Destinasi Wisata Bahari Premium di Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 08, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Memasuki perairan luar Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran, terdapat pulau bernama Pulau Legundi.

Baca juga: Telkomsel Perluas Jangkauan Jaringan 4G/LTE di Desa Pulau Legundi Wujud Akselerasi Ekonomi Lokal

Pulau ini menyajikan panorama alam hingga ekosistem pantai yang terbentuk murni dari proses alam.

Suasana pulaunya pun sunyi, terdengar bunyi gesekan dahan pohon yang tertiup angin berpadu harmonis gemericik air laut.

Sedangkan di dalam air, terlihat dari bibir pantai, sejumlah ikan kecil berenang di antara terumbu karang. Menurut informasi, lumba-lumba hingga penyu kerap melintas di perairan sekitar pulau ini.

Saat petang, pantulan gradasi warna jingga muncul dari permukaan laut mengiringi matahari tenggelam.

Perairan dangkal di sekitar Pulau Legundi, aman bagi pelancong yang ingin menyusuri atau bermain di sana. Bisa juga menggunakan selancar dayung (paddle board).

Potensi Pulau Legundi itu, yang menjadi dasar didirikannya Permata Legundi Cottage sejak tahun 2021.

Pemilik Permata Legundi Cottage, Firman Jaya, mengungkapkan langkah berani dirinya membuka destinasi baru (new destination) didorong oleh kekayaan sejarah dan kemurnian alam pulau.

"Saya melihat Pulau Legundi ini punya potensi wisata bahari yang sangat luar biasa dan memiliki nilai histori yang kuat. Secara geografis, posisi pulau ini berdekatan sekali dengan Gunung Krakatau. Sejarah mencatat bahwa ledakan dahsyat Krakatau pada tahun 1883 itu dampaknya sampai ke Pulau Legundi ini," ujar Firman, Rabu (8/7/2026).

Menurut Firman, setelah menerima beberapa kunjungan pelancong, potensi Pulau Legundi ternyata berkembang menjadi kawasan multi-destination. 

Selain keindahan bawah laut yang dipenuhi terumbu karang dan habitat penyu alami, daratan pulau ini menyimpan potensi wisata berburu serta wisata pertanian (agriculture).

"Bahkan kami pernah mengadakan wisata edukasi pengolahan garam langsung dari air laut. Terumbu karang dan ikan karang dari seputaran pantai sampai dermaga itu melimpah dan natural bener, bukan buatan," tambahnya.

Di sisi pelaku industri pariwisata, pemilik Andini Tour and Travel, mengakui bahwa awalnya ia hanya melihat Pulau Legundi sebagai jalur lintas menuju destinasi populer lain seperti Si Jebi atau Karang Bolong. 

Namun, pandangan tersebut berubah total setelah ia mengeksplorasi langsung keindahan pulau.

"Selain alamnya yang masih sangat alami, biota lautnya betul-betul murni. Kemarin saya menemukan anemon yang posisinya masih di pinggiran pantai," kata Andini.

Andini menambahkan, perairan di sekitar pulau juga menawarkan pemandangan kawanan lumba-lumba, serta pesona pasir timbul yang eksotis. 

Jika dikelola dan dikemas dengan baik, ia yakin Pulau Legundi akan menjadi paket wisata paling lengkap di kawasan Teluk Lampung.

Meskipun jarak tempuh ke Pulau Legundi relatif lebih jauh dibanding Pulau Pahawang atau Kelagian, para pelaku usaha telah menyiapkan strategi jitu. 

Firman memaparkan bahwa posisi Legundi sebenarnya sangat strategis sebagai persinggahan wisatawan untuk memangkas jarak ke pulau-pulau eksotis di sekitarnya.

"Kami sedang mempersiapkan transportasi untuk memangkas waktu tempuh itu, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan speedboat. Dari pulau ini, kita justru lebih dekat kalau mau mengeksplorasi Pulau Wayang, Pulau Sijebi, atau mencari lumba-lumba ke arah Kiluan. Dan satu lagi rahasianya, di Pulau Legundi ini terdapat 33 goa laut yang bisa kita eksplorasi," jelas Firman.

Senada dengan hal tersebut, Andini menyebutkan bahwa waktu tempuh laut dari dermaga penyeberangan sebenarnya hanya berkisar satu jam. 

"Sekarang dengan menjamurnya speedboat di Ketapang, akses ke Legundi ini sangat terbantu. Tantangannya saat ini hanya karena lokasinya belum terekspos lebih luas saja. Jadi, ini tugas kami dari pihak agen travel untuk giat mempromosikannya dan membuat paket wisata yang menarik," tutur Andini.

Keberadaan destinasi baru ini pun tidak lepas dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. 

Firman berkomitmen untuk mengedukasi sumber daya manusia di Desa Pulau Legundi agar mampu melahirkan produk ekonomi kreatif yang bernilai jual tinggi, mulai dari kerajinan rotan, buah vanili, cabai jawa, kopra, hingga produk garam lokal berkualitas tinggi.

Di sisi lain, Andini menilai pentingnya sinergi dan kesiapan masyarakat untuk sadar wisata dalam menyambut segmen pasar premium.

"Pulau Legundi ini sangat cocok sekali untuk kategori liburan premium dan privat bagi keluarga. Makanannya bagus, suasananya eksklusif, dan ini paket lengkap. Sekali jalan, wisatawan bisa dapat Pahawang, Pulau Wayang, Si Jebi, lumba-lumba, sekaligus pasir timbul dalam satu rangkaian trip premium," pungkas Andini.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.